Putra Mahkota Arab Saudi Kirim 15 Agen untuk Habisi Khashoggi, Menantu Trump Disebut-sebut

Putra Mahkota Mohammed memiliki hubungan sangat dekat dengan Jared Kushner, menantu yang juga penasihat senior Presiden Donald Trump

Putra Mahkota Arab Saudi Kirim 15 Agen untuk Habisi Khashoggi, Menantu Trump Disebut-sebut
Para demonstran beraksi di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, menuntut keberadaan wartawan Jamal Khashoggi yang hilang sejak 2 Oktober lalu 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Agen Rahasia Amerika Serikat (CIA)  menyimpulkan bahwa pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, bulan lalu, adalah atas perintah Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Pernyataan ini bertentangan dengan bantahan pemerintah Saudi sebelumnya yang menyebutkan pangeran Mohammed tidak terlibat dalam kasus ini, demikian dilaporkan Washington Post, Sabtu (17/11/2018).

Penilaian Central Intelligence Agency (CIA) terbaru ini akan mempersulit upaya administrasi Donald Trump untuk mempertahankan hubungan dengan sekutu terdekat AS tersebut.

Menurut laporan itu, sebuah tim yang terdiri dari 15 agen Arab Saudi terbang ke Istanbul dengan pesawat pemerintah pada bulan Oktober dan membunuh Khashoggi di dalam konsulat Saudi.

Khashoggi saat itu datang untuk mengambil dokumen keimigrasian yang dia butuhkan untuk rencana pernikahannya dengan seorang wanita Turki bernama Hatice Cengiz.

Kesimpulan CIA ini diperoleh dari berbagai sumber intelijen, termasuk hubungan telepon antara saudara laki-laki pangeran, Khalid bin Salman yang juga Dubes Saudi untuk Amerika Serikat dengan Khashoggi sebelum pembunuhan.

Dalam percakapan tersebut, Pangeran Khalid mengatakan kepada Khashoggi --kolumnis yang berkontribusi di The Washington Post-- bahwa dia bisa pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen.

Khalid dalam pembicaraan itu memberinya jaminan bahwa ia akan aman untuk mengurus dokumen tersebut.

Tidak dijelaskan, apakah Pangeran Khalid tahu bahwa Khashoggi akan terbunuh, tetapi dia juga melakukan pembicaraan dengan Mohammed dalam rentang waktu setelah hubungan telepon tersebut.

Namun, Fatimah Baeshen, juru bicara kedutaan Saudi di Washington DC membantah sinyalemen tersebut dan mengatakan Dubes Khalid dan Khashoggi tidak pernah membahas "apa pun yang terkait dengan pergi ke Turki".

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved