BATAM TERKINI

Walikota Batam Terplih Sebagai Sekjen Apeksindo, Akan Dikukukan Presiden di Istana Merdeka

Muhammad Rudi terpilih sebagai Sekjen Apeksindo periode 2019-2024, dalam Rakornas dan sarasehan nasional kemaritiman di Batam, Sabtu (17/11/2018)

Walikota Batam Terplih Sebagai Sekjen Apeksindo, Akan Dikukukan Presiden di Istana Merdeka
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Alwi Hamu Ketua Dewan Pakar Apeksindo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Walikota Batam, Muhammad Rudi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Apeksindo (Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonsesia) periode 2019-2024, dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) dan sarasehan nasional kemaritiman di Batam, Sabtu (17/11/2018).

Rakornas Apeksindo itu berlangsung di Hotel Nagoya Plaza itu Muh Basli Ali Bupati Kabupaten Selayar, terpilih sebagai Ketua Umum Apeksindo.

Pelantikan pengurus Apeksindo periode 2019-2024 dipimpin Alwi Hamu selaku Ketua Dewan Pakar Apeksindo, yang juga merupakan staf khusus Wakil Presiden RI.

Selanjutnya, Rudi dan Ketua Umum Apeksindo beserta pengurush akan dikukuhkan oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara (istana merdeka).

Baca: Batam Bisa Biayai Pembangunan, Wakil Walikota Batam : Wajib Pajak Adalah Pahlawan Pembangunan

Baca: DPRD Batam Khawatir Bazar Sembako Murah Dipolitisasi, Ini Tanggapan Wakil Walikota Batam

Baca: Walikota Batam : Pemilu 2019 Jangan Sampai Golput

Ketua Umum Apeksindo Muh Basli Ali menyampaikan, Rakornas perdana ini dilaksanakan setelah melakukan pertemuan di Makasar pada Agustus 2018 lalu.

"Pada pertemuan itu, kita menganggap perlu membentuk sebuah wadah bernama Aspeksindo ini. Hari ini sarasehannya juga sekaligus kita bentuk kepengurusan hingga ke tingkat daerah," katanya.

Disampaikannya, pada rakornas ini pun juga sekaligus membuat program kerja, sebagaimana untuk mencari solusi menjawab persoalan yang ada di daerah kepulauan atau pesisir.

"Dalam poin penting pembahasan, kita juga membicarakan, bagaimana nelayan kita dalam menunjang untuk mecari tangkapan ikan di laut," ujarnya.

Disebutkannya, dalam meningkatkan daya tangkap nelayan dalam bentuk permodalan. Akan menggandeng pihak bank untuk memberikan pinjaman dalam bentuk jaminan sebuah kapal.

"Kapal kan gak bisa jadi jaminan kalau pinjam uang buat modal bagi nelayan, dan ini juga suatu problem. Maka itu, kita akan mencoba meyakinkan pihak perbankan, bahwa dengan kapal ini bisa juga jadi sebuah jaminan," ujarnya.

Alwi Hamu menyebutkan, Aspeksindo ini merupakan hasil diskusi dan forum diskusi grup yang sering dilakukan. Sebab, dirasa ada sesuatu yang hilang dan belum ditemukan di Indonesia ini dalam bidang kemaritiman.

"Setelah dilakukan seminar-seminar yang dibuat, muncullah para profesor-profesor yang berbicara mengenai potensi laut yang dimiliki Indonesia. Ternyata hasil penelitian FAO. Indonesia adalah negara terkaya hasil lautnya," sebutnya.

Namun, nelayan Indonesia belum memiliki kapal yang layak untuk mendapatakan hasil tangkapan ikan yang seperti di negara-negara lainnya. Dengan kapal yang memadai, serta didukung dengan kecanggihan alat teknologi.

"Ini yang harus kita dorong. Kapal nelayan kita Indonesia belum seperti kapal nelayan negara luara. Dengan kelengkapan alat teknologi yang mempuni , mampu dengan mudah mendapatkan hasil tangkapan yang banyak," ucapnya.(dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved