Mengakui Sebar Hoaks Foto Syur Grace Natalie, Pria Ini Datang dan Minta Maaf

Topan Pratama mengakui kesalahannya karena telah menyebarkan hoaks berupa foto syur Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie

Mengakui Sebar Hoaks Foto Syur Grace Natalie, Pria Ini Datang dan Minta Maaf
Rina Ayu/Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Topan Pratama mengakui kesalahannya karena telah menyebarkan hoaks berupa foto syur Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melalui media sosial.

Hal itulah yang membawanya menemui Grace untuk meminta maaf secara langsung, di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

"Kenapa minta maaf? Ya karena saya salah, menyebarkan berita bohong, mencemarkan nama baik Ketua PSI," terangnya.

Ia pun mengaku tidak mengetahui unggahan yang ia bagikan tersebut merupakan berita bohong.

Dalam unggahannya, Topan menyematkan keterangan yang bertuliskan, "Pantesan menolak Perda Syariah, ternyata model majalah bokep toh. Ga bagus buat kelangsungan hidup hajat orang Indonesia di masa depan. #tenggelamkanpsi #partaisetanindonesia".

Laki-laki yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi taksi online ini mengakui keterangan tersebut ia tulis sendiri.

Baca: Vivi Suhartini Ambil Wudhu Sebelum Meninggal saat Lomba Sholawat Maulid Nabi

Baca: Meninggal saat Pimpin Sholawat, Jenazah Vivi Dimakamkan Setelah Ashar Hari Ini

Baca: Kronologis Meninggalnya Vivi Saat Pimpin Grup Sholawatan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Batam

Namun, berdasarkan penuturannya, ia hanya membagikan apa yang ia lihat di media sosial, tanpa membaca lebih lanjut atau mengecek kebenaran dari apa yang ia bagikan.

"Iya (saya tulis keterangannya), itu saya dapatkan dari atas-atasnya, saya kan dapat berita dari atasnya di beranda, saya hanya meneruskan saja," akunya.

Topan mengatakan dirinya belum terlalu paham soal konsekuensi hukum atas tindakannya.

Namun, ia telah mendapatkan informasi dari teman-temannya yang berkecimpung di dunia hukum, hukuman atas Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) cukup berat.

Untuk itu, ke depannya Topan pun mengaku tidak akan mengulangi tindakan tersebut dan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Jadi misalnya baca berita dari media, apalagi di media sosial, harus lebih teliti lagi dari mana asalnya, editan atau bukan, agar tidak menyebarkan berita bohong," ungkap Topan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tak Hati-Hati Buat Topan Bagikan Hoaks Foto Syur Ketum PSI

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved