KARIMUN TERKINI

Perusahaan Tambang Granite Singapura di Karimun Akan Dijual. FSPMI: Hak Pekerja Jangan Diabaikan

FSPMI minta rencana penjualan perusahaan tambang granite asal Singapura di Karimun tidak mengabaikan hak-hak pekerjanya

Perusahaan Tambang Granite Singapura di Karimun Akan Dijual. FSPMI: Hak Pekerja Jangan Diabaikan
Muhammad Fajar 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kabar rencana penjualan PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH), perusahaan tambang granite asal Singapura yang beroperasi di Kabupaten Karimun ditanggapi santai oleh Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Kabupaten Karimun, Muhamad Fajar.

Kepada TribunBatam.id, Fajar mengatakan bagi pekerja tidak masalah perusahaan dijual atau tetap dengan manajemen yang sekarang.

“Bagi pekerja yang penting ada kepastian perihal status mereka. Mau dijual atau tidak, itu kan wewenangnya perusahaan, yang penting hak-hak pekerja jangan sampai terbaikan,” kata Fajar, Selasa (20/11/2018).

Hal terpenting, kata Fajar, pihaknya menuntut pembayaran pesangon 61 pekerja yang di-PHK secara tak sah oleh PT KDH sekitar tahun 2013 lalu.

Baca: Perusahaan Tambang Granite Asal Singapura di Karimun Akan Dijual. Kadisnaker: Lagi Pembicaraan Harga

Baca: INFO CUACA - Batam & Karimun Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang Disertai Petir dan Angin Kencang

Baca: Grand Opening Hotel Ecotel Karimun. Hotel Pertama di Karimun Usung Konsep Ramah Lingkungan

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) terbit tahun 2016, PT KDH diperintahkan untuk membayarkan pesangon kepada 61 pekerja tersebut.

“Sudah dua tahun lewat, pesangon itu juga belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Kami atau pekerja menginginkan, silakan saja dijual, itu hak mereka tapi ingat, kewajiban perusahaan untuk membayarkan pesangon ini jangan sampai terabaikan,” kata Fajar.

Fajar menyebut berdasarkan perhitungan pihaknya, pesangon 61 pekerja tersebut berjumlah sekitar Rp 1,2 miliar.

 “Kami akan terus suarakan ini baik kepada manajemen yang sekarang atau kepada manajemen yang baru nanti kalau rencana penjualan itu terealisasi," kata Fajar.

"Terus terang, gara-gara kasus ini, saya sempat dituding macam-macam sama orang karena awalnya kita yang getol memperjuangkan hak 61 pekerja ini sampai mereka di-PHK secara tidak sah oleh perusahaan. Dan kini, terbukti, kita yang benar,” kata Fajar dengan mimik wajah serius. (*)

* Selengkapnya Baca Harian Tribun Batam terbit Rabu, 21 November 2018

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved