BATAM TERKINI

Tangkap Ikan di Perairan Kepri Tanpa Izin, Lima Kapal Asing Asal Vietnam Ditenggelamkan

Selain penenggelaman lima unit kapal, kejaksaan juga melakukan pembakaran pukat milik kelima terdakwa. Pukat-pukat itu, ditangkap bersamaan di atas

Tangkap Ikan di Perairan Kepri Tanpa Izin, Lima Kapal Asing Asal Vietnam Ditenggelamkan
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Salah satu petugas dari Kejaksaan Negeri Batam saat menyakiskan penenggelaman kapal ikan asing asal Vietnam, Rabu (21/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM–Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri Asri Agung Putra memimpin langsung penenggelaman lima kapal berbendera Vietnam di jembatan enam Barelang atau tepatnya di Pulau Momoi Kecil, Pelabuhan Coral, Batam, Kepri, Rabu (21/11/2018) siang.

Lima kapal asing yang ditenggelamkan tersebut adalah, KM KNF 7445 yang dinakhodai Ly Truong Giang, KM BV93115 TS yang dinakhodai Nguyen Dohai Trung dkk, KM BV 92897 TS yang dinakhodai Nguyen Thanh, KM BV 92897 TS yang dinakhodai Nguyen Hung Vi, dan KM BV 93114 TS yang dinakhodai Nguyen Ngok Tru.

Baca: Peringatan Dini BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir Untuk Wilayah Kepri Ini

Baca: Pecahkan Rekor MURI, BP Batam Gelar Batam Golf Adventures 2018, Dihadiri Pegolf dari Luar Negeri

Baca: Alat Tangkap Ikan dan Sampan Ditemukan Lebih Dulu, Begini Kronologis Nelayan Batam Hilang Ditemukan

Baca: BREAKINGNEWS. Lima Hari Nelayan Batam Hilang di Laut, Ditemukan Terdampar di Pulau Riang

“Kesemuanya adalah warga Negara Vietnam. Dan lima nama yang telah kami sebutkan adalah statusnya sudah terpidana. Penenggelaman kapal, berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Para terpidana, ditangkap di perairan Kepri beberapa waktu lalu,” jelas Asri Agung Putra.

Selain penenggelaman lima unit kapal, kejaksaan juga melakukan pembakaran pukat milik kelima terdakwa. Pukat-pukat itu, ditangkap bersamaan di atas kapal saat melakukan pencurian ikan di perairan Kepri, Indonesia.

“Perkara ini setelah ditangkap beberapa waktu lalu ditangani Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Semuanya perkara yang sama adalah illegal fishing atau pencurian ikan,” katanya.

Ditambahkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam Dedie Tri Hariyadi , penenggelaman kapal itu, dilakukan setelah adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (incracht). Dan berdasarkan pasal 270 Kitab Undang - Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) jaksa adalah eskekutornya.

“Jadi, sesuai pasal 270 tersebut bahwa, pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa, yang untuk itu panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya. Dan ini yang kami lakukan hari ini,” jelas Dedie.

Pelaksaan penenggelaman kapal tersebut dihadiri Perwakilan dari Kejaksaan Agung, Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Tanjungpinang Admiral, Ketua Pengadilan Negeri Batam DR Syahlan, Kasipidum Kejari Batam Filpan Fajar Dermawan Laia, unsur TNI-Polri, perwakilan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan beberapa unsur pemangku lainnya.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved