Keren, Hotel di Shanghai Tak Perlu Lagi Jasa Pelayan, Tamu Cukup Gunakan Smartphone

China menjadi negara dengan populasi internet terbesar di dunia dengan lebih dari 746 juta pengguna.

Keren, Hotel di Shanghai Tak Perlu Lagi Jasa Pelayan, Tamu Cukup Gunakan Smartphone
ist
Ilustrasi smart hotel 

TRIBUNBATAM.id - China menjadi negara dengan populasi internet terbesar di dunia dengan lebih dari 746 juta pengguna.

Hampir setiap sektor di sana telah memanfaatkan teknologi dan sistem cashless (non-tunai), untuk kegiatan jual-beli, transportasi, dan sebagainya.

Kini, sektor perhotelan juga bergerak menuju smart hotel. Platform aplikasi terbesar China, WeChat baru-baru ini bekerja sama dengan InterContinental, perusahaan perhotelan kenamaan untuk mewujudkan smart hotel di Shanghai.

Smart hotel ini memungkinkan pengguna melakukan pemesanan, check-in jarak jauh, serta membuka pintu kamar hotel hanya dengan smartphone, tanpa memerlukan jasa manusia.

Setelah pelanggan menyelesaikan proses pemesanan, mereka akan diminta untuk verifikasi identitas di hotel tersebut menggunakan facial recognition (pengenal wajah).

Baca: Inilah Wujud Motor Listrik Pertama di Dunia yang Dibikin Menggunakan 3D Print

Baca: Robot Pemandu Wisata Ini Bisa Antar Jalan-Jalan, Mudahkan Wisatawan

Baca: Smarphone Vivo Y 35 Memang Unggul pada Kamera Depan dan Belakang, Plus Ada Fitur Selfie Beauty

Kemudian mereka bisa mendapatkan kunci kamar digital. Meskipun kamar berada di lantai yang tinggi, misalnya 26 meter, koneksi internet diklaim tetap stabil dan cepat, sebagaimana dirangkum dari The Verge, Kamis (22/11/2018).

Sejatinya, proyek smart hotel sudah dimiliki WeChat dan induk perusahaannya, Tencent sejak 2014 lalu. Namun fitur facial recognition untuk memindai identitas pelanggan menambah fasilitas smart hotel ini.

Hotel tradisional di China, biasanya akan meminta calon pelanggan untuk memfoto wajahnya dan menyerahkan kartu identitas legal, untuk dipindai dan disalin sebelum memberikan kunci kamar.

Untuk diketahui, akses internet di sebagian besar hotel di China juga dibatasi oleh regulasi firewall oleh pemerintah China yang memblokir akses asing.

Beberapa hotel asing, khususnya hotel bernuansa barat, juga disetop akses VPN secara gratis.

Kembali ke smart hotel, dengan aplikasi WeChat, yang memang menjadi aplikasi pokok masyarakat China, pera pelancong bisa memesan kamar hotel, melakukan transaksi pembayaran, mengoperasikan fasilitas kamar seperti AC, menutup dan membuka gorden atau menyalakan dan mematikan lampu.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved