BATAM TERKINI

Selama 6 Bulan, Imigrasi Batam Sudah Cetak 29.155 Paspor

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto mengatakan, sejak Januari sampai Juni 2018 ini, permohonan paspor sudah 29.155 buah.

Selama 6 Bulan, Imigrasi Batam Sudah Cetak 29.155 Paspor
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Imigrasi Kelas I Batam Lucky Agung Binarto 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Berdasarkan data dari Kantor Imigrasi Klas 1 Khusus Batam, pemohon pengurus paspor tahun ini, meningkat dibandingkan tahun lalu.

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto mengatakan, sejak Januari sampai Juni 2018 ini, permohonan paspor yang sudah dicetak sebanyak 29.155 paspor.

“Sementara tahun lalu (2017) 21. 420. Selisihnya 7735 paspor. Apalagi kalau direkap lagi dari Juli sampai Desember 2018 nanti, mungkin meningkat lagi,” kata Lucky Agung Binarto, Kamis (22/11/2018) pagi.

Secara terperinci tambah Lucky, paspor model halaman 48 mencapai 17.837 paspor. Sementara paspor 24 hingga Juni kemarin mencapai 7.054 dan E-paspor 4.264.

“Seperti kami sudah informasikan sebelumnya, bahwa permohonan paspor yang ditolak dengan alasan tertentu 509 paspor. Ini ada indikasi soal TPPO yang berpotensi ke dugaan TKI non prosedural,” tambah Lucky.

Baca: Usai Bunuh Keluarga Diperum Nainggolan, Haris Gasak Uang Rp 2 Juta, 4 Handphone dan Mobil Korban

Baca: Ingin Tahu Cara Balik Nama BPKB Kendaraan Bermotor? Simak Syarat dan Prosedur Berikut Ini

Baca: BERITA PERSIB - Kapten Persib Supardi Ungkap Soal Tuduhan Pengaturan Skor, Mario Gomez Minta Maaf

Baca: Gisel Gugat Cerai Gading Marten - Tak Kuasa Tahan Tangis, Dewi Gita: Gisel Udah Kayak Anak Sendiri

Sebelumnya diberitakan, sejak 2017 hingga September 2018, Imigrasi Klas I Khusus Batam  telah menolak sebanyak 580 permohonan paspor.

Kepala Imigrasi Kelas I Batam Lucky Agung Binarto menjelaskan, penolakan tersebut ada indikasi dipergunakan sebagai TKI atau TKW non-prosedural ke luar negeri.

Khususnya Singapura dan Malaysia. Yang berpotensi adanya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Secara terperinci, data penolakan permohonan tahun 2017 sebanyak 509 paspor. Sementara per Janurari-September 2018 sebanyak 71 permohonan,” kata Lucky Agung Senin (19/11).

Pada tahun 2017 jika direview kembali, lanjut Lucky, terbanyak permohonan yang ditolak adalah pada bulan Maret yakni 114 permohonan atau 22 persen. Bulan Februari 64 atau 13 persen, dan posisi ketiga pada bulan Agustus 51 permohonan atau 10 persen.

Sementara pada bulan Maret 2018 atau 21 persen, juga terbanyak permohonan yang ditolak. Yakni sebanyak 15 permohonan atau 21 persen.

Sepertinya, pada bulan-bulan tersebut rentan dengan para TKI yang non procedural menyebrang negara tetangga, Singapur dan Malaysia.

“Kami tentu punya penilaian sendiri. Kami juga melihat dari gerak-gerik mereka. Apakah, nantinya paspor itu digunakan sebagai pelancong atau tujuan tertentu yang berpotensi menjadi TKI non procedural,” tambahnya. (leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved