Belum Satu Jam Lulus Ujian, SIM Pengemudi Ini Langsung Dicabut Polisi. Ini Sebabnya!

eorang pengemudi pemula dicabut surat ijin mengemudinya kurang dari satu jam setelah berhasil lulus ujian SIM. Ini sebabnya!

Belum Satu Jam Lulus Ujian, SIM Pengemudi Ini Langsung Dicabut Polisi. Ini Sebabnya!
Oregonlive
Ilustrasi SIM 

TRIBUNBAATAM.id - Seorang pengemudi pemula dicabut surat ijin mengemudinya kurang dari satu jam setelah berhasil lulus ujian SIM, demikian kata polisi Jerman, Selasa (21/11).

Radar kecepatan polisi mendeteksi mobil melaju dengan  95 kilometer per jam di kota Iserlohn, dekat Dortmund. Sementara batas maksimal kecepatan di jalanan tersebut adalah 50 km/jam.

Ketika polisi menghentikan kendaraan itu, di dalam mobil tampak pengemudi remaja pria berusia 18 tahun dan empat teman-temannya.

Mereka tampaknya sedang merayakan keberhasilan pengemudi tersebut memperoleh SIM.

Remaja itu mendapat SIM resmi 49 menit sebelumnya. SIM itu masih berstatus "percobaan".

Baca: LAGI! Keluarga Korban Lion Air JT610 Gugat Boeing di Amerika Serikat

Baca: Gisel Gugat Cerai Gading - Tompi Unggah Foto Gading Marten Peluk Ayahnya dengan Ekspresi Pasrah

Baca: Lihat Tampilan Terbaru Aplikasi Instagram, Lebih Keren dan Simpel

Baca: Zumi Zola Menangis Minta Hartanya Dikembalikan KPK, Berharap Istri dan Keluarganya Tetap Kuat

Baca: KNKT Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610. Begini Kronologi Sesuai Rekaman Black Box

Dia sekarang harus membayar denda  200 euro (sekitar 3,3 juta rupiah) dan harus mengikuti pelajaran mengemudi tambahan.

Dia juga dilarang mengemudi selama empat minggu dan SIM ditahan polisi.

Selain itu, masa percobaan SIM yang berlaku dua tahun akan ditambah menjadi empat tahun.

Ini berarti, dia punya resiko lebih besar untuk kehilangan SIM lagi jika tertangkap melakukan pelanggaran serupa.

Walau Jerman terkenal karena tidak memiliki batas kecepatan secara umum di jalan bebas hambatan, polisi sangat ketat dalam menegakkan peraturan batas kecepatan di daerah-daerah berpenduduk.

Pelanggar akan diminta untuk membayar denda antara  10 euro dan 680 euro dengan larangan mengemudi maksimal hingga tiga bulan, tergantung pada tingkat pelanggaran lalu lintasnya. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved