Zumi Zola Menangis Minta Hartanya Dikembalikan KPK, Berharap Istri dan Keluarganya Tetap Kuat

Zumi Zola tak bisa menahan tangisan saat membacakan pleidoi dan dengan suara terbata-bata ia menyampaikan pembelaan itu

Zumi Zola Menangis Minta Hartanya Dikembalikan KPK, Berharap Istri dan Keluarganya Tetap Kuat
Zumi Zola mengenakan rompi tahanan KPK 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Berbeda dengan persidangan sebelumnya, kali ini Zumi Zola menjalani persidangan dengan pemandangan berbeda.

Gubernur Jambi non aktif itu banyak memohon dan bahkan berurai air mata saat menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Kamis kemarin.

Zumi Zola tak bisa menahan tangisan saat membacakan pleidoi dan dengan suara terbata-bata ia menyampaikan pembelaan itu terkait istri, kedua anak dan orangtuanya.

Zumi Zola duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/10/2018).
Zumi Zola duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/10/2018). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Baca: KNKT Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610. Begini Kronologi Sesuai Rekaman Black Box

Baca: Prabowo Subianto Ceritakan di Masa Lalu Ia Ditugasi Mengejar Amien Rais Karena Menentang Soeharto

Baca: Tinggal 3 Hari! Habiskan Barang, Semua Produk Giant Express Mega Legenda Diobral dan Didiskon

Baca: Jadwal Pekan ke 32 & Klasemen Liga 1. Hari Ini Persib vs Perseru. Mario Gomez Tinggalkan Ezechiel

Pada awalnya, ia mengungkapkan, berada di ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan hal yang tak pernah terbayangkan oleh dirinya.

"Dan saat menghadapi kenyataan itu, pikiran saya langsung tertuju pada keluarga saya, istri saya, anak-anak saya, dan juga orangtua saya yang sangat saya sayangi," tutur Zumi, yang mulai menangis.

Ia terlebih dulu membahas jasa ayah dan ibunya selama ini.

Gubernur nonaktif Jambi itu bercerita, saat ia sekolah kedua orangtuanya berpisah. Ia pun tinggal bersama ibunya.

Namun, ia mengaku bersyukur, ayahnya tetap mendukung segala kebutuhannya sebagai anak.

"Boleh dikata, saya walau hidup dengan ayah ibu yang terpisah, tetap diberikan kemanjaan oleh orangtua saya," ujar Zumi.

Jadi artis hingga politisi Ia pun menceritakan keputusannya terjun dalam dunia hiburan dengan menjadi artis.

Zumi menilai, keputusannya menjadi artis bukanlah langkah yang buruk.

Baca: Video Live Streaming Liga 1 Jumat 23 November 2018 - Persib Beri Bukti ke Bobotoh

Baca: Tangkal Terorisme, Wagub Kepri Ajak Masyarakat Harus Berperan Aktif

Baca: Cara Gampang Bersihkan Paru-Paru Anda, Berikut 7 Langkah Alami yang Harus Diperhatikan

Baca: Liga Champions -Tertinggal dari Liverpool dan Napoli, PSG Masih Percaya Lolos

Sebagai artis, ia justru mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup.

"Karena saya ingin dan selalu berusaha untuk tidak membebani ayah dan ibu saya," kata Zumi.

Saat itu, kata Zumi, dirinya sudah bisa mengumpulkan uang.

Uang itu digunakan untuk membeli aset, seperti apartemen, rumah, dan tanah.

Namun, di sisi lain, ayahnya tetap merasa bertanggung jawab untuk mendukung Zumi menempuh pendidikan tinggi.

Ia kemudian berhenti dari dunia hiburan.

"Dengan menyekolahkan saya ke luar negeri, yaitu Inggris," ujarnya.

Setelah kembali dari Inggris, Zumi mengaku didorong ayahnya yang saat itu sudah tak lagi menjabat gubernur Jambi untuk terjun ke dunia politik dan bergabung ke partai politik.

"Saya akhirnya bisa terpilih menjadi kepala daerah, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur," kata dia.

"Beberapa tahun saya menjabat, saya pun didukung pula untuk mengikuti Pilkada Gubernur Provinsi Jambi pada tahun 2015, sehingga akhirnya saya terpilih dan dilantik pada Februari 2016," lanjutnya.

Baca: Pekerja Berharap Sembako tak Naik Setelah Gubernur Teken UMK Batam Sebesar Rp 3,8 Juta

Baca: KSAD Jenderal Andika Perkasa Punya Tubuh Kekar, Seminggu 2 Kali Olahraga Bareng Keluarga

Baca: Kenaikan Upah Minimun Kota Batam Percuma Bila Harga Sembako Ikut Naik, Ini Harapan Masyarakat

Berharap uang simpanan dikembalikan

Selama beberapa menit, Zumi memberikan berbagai macam klarifikasi terkait posisinya dalam dua perkara korupsi yang menjeratnya.

Setelah itu, ia mulai menyinggung uang simpanannya di dalam brankas yang disita KPK.

Ia berharap agar majelis hakim mempertimbangkan pengembalian uang simpanan itu.

Menurut Zumi, uang simpanan tersebut tak ada sangkut pautnya dengan perkara korupsi.

Uang simpanan itu, lanjut dia, merupakan sebagian hasil pekerjaannya sebagai artis, kepala daerah, pemberian sang ayah, dan uang sisa kuliahnya di Inggris.

"Saya memohon dengan amat sangat agar uang simpanan saya tersebut bisa dikeluarkan dari penyitaan," kata dia.

Dengan suara terbata-bata, Zumi menganggap pengembalian uang simpanannya akan sangat berarti bagi kebutuhan dirinya dan keluarga selama dirinya menjalani masa hukuman nanti.

Sebab, kata dia, istrinya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang harus merawat dan menghidupi kedua anaknya.

Sementara dirinya nanti harus menjalani hukuman penjara.

"Selama menjabat gubernur, saya banyak berada di Jakarta untuk bisa berada dekat anak-anak dan istri saya. Istri saya membutuhkan saya membantu mengurus kedua anak kami yang masih kecil," katanya sambil menangis.

Ia merasa uang simpanan tersebut juga bermanfaat bagi perawatan dirinya atas penyakit diabetes yang selama ini dideritanya.

"Saya memohon agar diberikan keringanan dan diberikan kesempatan kepada saya untuk bisa merawat keluarga sesegera setelah saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya melalui pelaksanaan hukuman," ujarnya sambil terisak.

Zumi Zola mengenakan rompi tahanan setelah diperiksa KPK sebagai tersangka, Senin (9/4/2018).
Zumi Zola mengenakan rompi tahanan setelah diperiksa KPK sebagai tersangka, Senin (9/4/2018). (Kompas.com/Abba Gabrillin)

Minta maaf kepada keluarga Menjelang akhir pleidoinya, Zumi berharap agar ibu, ayah, dan istrinya bisa memaafkannya.

Ia merasa telah mencoreng dan mempermalukan nama baik keluarganya karena tersangkut kasus korupsi.

"Terhadap istri saya, Sherrin Tharia, saya berharap akan ketabahan yang lebih besar untuk menghadapi prahara ini. Saya berharap kesabaran semoga selama saya menjalani hukuman, kamu (Sherrin) dapat kuat untuk bertahan," kata Zumi.

Sambil menahan tangis, Zumi berharap agar istrinya bisa merawat kedua anaknya yang masih kecil dengan tabah.

Ia hanya berharap agar Tuhan memberikan dirinya dan istri kekuatan untuk melalui proses panjang ini.

Gubernur Jambi Zumi Zola dan istrinya, Sherrin Tharia
Gubernur Jambi Zumi Zola dan istrinya, Sherrin Tharia (Instagram)

"Saya sudah mendengar bahwa anak kita yang sulung menjadi trauma secara psikologis mendengar pemberitaan ayahnya di media-media sehingga istri saya menjadi kerepotan mengurus dan merawat anak-anak," ujar Zumi.

"Sekali lagi saya memohon maaf dan memohon kesabaran karena semua hal ini," katanya.

Zumi Zola sebelumnya dituntut delapan tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Tuntutan lainnya, jaksa meminta majelis hakim mencabut hak politik Zumi selama lima tahun usai menjalani pidana pokoknya.

Menurut jaksa, Zumi menerima gratifikasi sebesar lebih dari Rp 40 miliar.

Zumi juga disebutkan menerima 177.000 dollar Amerika Serikat dan 100.000 dollar Singapura, serta satu unit Toyota Alphard.

Zumi juga disebut menggunakan hasil gratifikasi itu untuk membiayai keperluan pribadi dia dan keluarganya.

Menurut jaksa, Zumi juga menyuap 53 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, serta menyuap para anggota Dewan senilai total Rp 16,34 miliar.

Suap tersebut diberikan agar pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 menjadi Peraturan Daerah APBD TA 2017.

Kemudian, agar menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018 menjadi Peraturan Daerah APBD TA 2018. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Zumi Zola Menangis Minta Keringanan Hukuman kepada Majelis Hakim" 
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved