Menelusuri Sejarah Lampu Sein Mobil, Ternyata Dulu Malah Pakai Lonceng

Ternyata, pada peralihan abad ke-18, mobil berbahan bakar bensin sudah banyak karena dinilai lebih cepat dari tenaga kuda.

Menelusuri Sejarah Lampu Sein Mobil, Ternyata Dulu Malah Pakai Lonceng
topspeed.com
Ilustrasi lampu sein di Ducati Scrambler baru bisa mati secara otomatis 

TRIBUNBATAM.id - Sudah pasti kalian tahu dengan lampu sign alias lampu sein alias riting ini, tapi sejarah lampu sein sudah tahu belum?

Lampu sein adalah komponen penting saat berkendara sebab berfungsi memberi tahu pengguna jalan lain kalau kamu akan berbelok.

Sayangnya masih banyak yang menyepelekan fungsi lampu sein, dari asal belok saja tanpa menyalakan lampu sein, atau paling parah lampu sein kiri tapi beloknya ke kanan, hehehe...

Jujur saja, kadang penulis sendiri saat naik motor sudah belok pakai lampu sein kadang masih suka kasih kode lambaian tangan karena banyak juga pengguna jalan yang suka enggak awas dalam melihat lampu sein.

Sebelum semua itu terjadi, apa kalian tahu bagaimana sejarah lampu sein?

Ternyata, pada peralihan abad ke-18, mobil berbahan bakar bensin sudah banyak karena dinilai lebih cepat dari tenaga kuda.

Namun meski bergerak lebih cepat dan efisien, penggunaan mobil sering menimbulkan kecelakaan.

Baca: BERITA PERSIB - Persib Bandung Menyerah. Umuh Muchtar; Tak Mungkin Kami Juara Liga 1

Baca: Centang Biru WhatsApp Dimatikan, Begini Trik Mudah Agar Tahu Pesan Kamu Telah Dibaca

Baca: HARI GURU 2018 - Promo Khusus Untuk Guru Khusus Hari Ini, Diskon Buku 30 Persen di Gramedia

Kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrakan pada saat ditikungan.

.
. ()

Mulai dari tahun 1920-an beberapa produsen kendaraan di Jerman mulai menciptakan lonceng dan peluit uap.

Lonceng tersebut dipasangkan pada kendaraan produksi mereka dan berfungsi sebagai tanda untuk berbelok.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved