BATAM TERKINI

Benarkah Gas 3 Kg di Batam Langka? Simak Hasil Sidak Tim Terpadu di Sejumlah Pangkalan

Disperindag Kota Batam bersama Disperindag Provinsi Kepri, Pertamina, Hiswana, dan Polda Kepri turun ke beberapa pangkalan gas di Batam.

Benarkah Gas 3 Kg di Batam Langka? Simak Hasil Sidak Tim Terpadu di Sejumlah Pangkalan
TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Disperindag Provinsi Kepri, Pertamina, Hiswana, dan Polda Kepri turun ke beberapa pangkalan gas di Batam, Selasa (27/11/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menanggapi isu kelangkaan gas elpiji bersubsidi dan persiapan jelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bersama Disperindag Provinsi Kepri, Pertamina, Hiswana, dan Polda Kepri turun ke beberapa pangkalan gas di Batam, Selasa (27/11/2018).

Ada beberapa tempat yang mereka datangi. Seperti di kawasan Mega Legenda Batam Center, Tembesi, Sagulung, Aviari.

"Kegiatan hari ini bukan penindakan tetapi sosialisasi. Kita ingin melihat apakah distribusi gas elpiji ini sudah tepat sasaran," kata Kabid Perindustrian dan ESDM Disperindag Kota Batam, Januar, sebelum turun ke lapangan di Kantor Disperindag.

Salah satu pangkalan gas yang mereka datangi ada di kawasan Mega Legenda Batam Center, Pangkalan Nuel. Dalam seminggu, pangkalan ini menerima tiga kali pengiriman gas epliji bersubsidi.

Baca: Singapura Impor Hasil Pertanian dari Brastagi dan Diekspor ke Kepri, Begini Tanggapan Gubernur Kepri

Baca: Takut Kehabisan, Jelang Natal dan Tahun Baru Calon Penumpang Mulai Serbu Tiket Kapal Pelni

Baca: TERUNGKAP! Usai Nyabu, Derby Berhubungan Sambil Pukul dan Jambak Istrinya Selama 8 Jam hingga Tewas

Baca: Michael Learn to Rock (MLTR) Bakal Konser di Batam 15 Desember 2018. Harga Tiket Mulai Rp 2,5 Juta

Jumlahnya sekali kirim 30-40 unit tabung. Pangkalan ini melayani 100 konsumen dari kalangan pelaku UKM di sekitar lokasi.

Pemilik pangkalan Kisata mengatakan, beberapa waktu lalu, memang banyak orang yang datang ke tempatnya, ingin membeli gas elpiji bersubsidi.

"Saya bingung entah darimana-mana orangnya datang. Karena tak kenal, saya tak layani. Saya bilang gas kosong," ujar Kisata.

Sengaja ia berkata demikian. Meskipun gas elpiji di tempatnya masih ada. Sedangkan untuk konsumen di tempatnya, tetap ia layani walaupun diakuinya ada peningkatan dari sisi permintaan.

Selain menawarkan gas elpiji bersubsidi, Kisata juga menawarkan gas elpiji tabung biru dan pink. Namun peminatnya minim, jika dibandingkan si tabung melon. Di pangkalan ini, Januar menyimpulkan keberadaan gas elpiji aman.

"Memang sempat terjadi isu kelangkaan, tapi itu hanya kepanikan masyarakat. Mereka beli untuk stok. Cepat habis karena dibeli konsumen di sini juga," kata Januar.

Dari sisi hargapun, Januar menegaskan tidak ada kenaikan harga. Pangkalan Nuel tetap menjual seharga Rp 18 ribu untuk isi gas elpiji 3 kg.

Sebelum meninggalkan lokasi, tim menempelkan selebaran pengumuman berisi hal yang wajib dan dilarang untuk dilakukan pangkalan gas.

Dari kawasan Mega Legenda, tim bergerak ke daerah lainnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved