KARIMUN TERKINI

Gegara Kecanduan Alkohol, Seorang Remaja Putri di Karimun Terserang Paranoid Lalu Bunuh Diri

Remaja putri berusia sekitar 20-an tahun itu, bunuh diri dengan cara menusukkan senjata tajam sejenis pisau ke lehernya

Gegara Kecanduan Alkohol, Seorang Remaja Putri di Karimun Terserang Paranoid Lalu Bunuh Diri
tribun batam
Ketua Yayasan Rehabsos Sayang Anak Indonesia (SADO) Kabupaten Karimun, Linda Theresia menyampaikan materi saat Sosialisasi Rehabilitasi Sosial Bagi Pengguna Penyalahgunaan Napza di hotel Alishan Karimun, Sabtu (24/11/2018). TRIBUN BATAM/YAHYA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN – Bahaya ketergantungan alkohol sudah bukan rahasia lagi namun begitu jarang mendapat perhatian khalayak umum.

“Jangan anggap remeh bahaya ketergantungan alkohol dan rokok. Fatal akibatnya kalau tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Ketua Yayasan Rumah Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Sayang Anak Indonesia (SADO) Kabupaten Karimun, Linda Theresia kepada TribunBatam.id saat acara Sosialisasi Rehabilitasi Sosial Bagi Korban Penyalahgunaan Napza Melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Hotel Alishan Karimun, Sabtu (24/11/2018) lalu.

Linda kemudian bercerita tentang kisah seorang remaja putri di Kabupaten Karimun yang nekat bunuh diri diduga dipicu ketergantungan alkohol dan rokok.

Remaja putri berusia sekitar 20-an tahun yang tidak disebutkan Linda identitas dan alamatnya itu, bunuh diri dengan cara menusukkan senjata tajam sejenis pisau ke lehernya.

Linda mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban beberapa hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, sempat dilanda kepanikkan berlebihan atau paranoid.

Baca: Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu, BPKP Mulai Hitung Kerugian Negara

Baca: Laka Kerja di PT MOS. Wakil Ketua DPRD Karimun, Bakti Lubis Segera Laporkan Manajemen ke Penyidik

Baca: Porprov Kepri - Karimun Perkasa di Sepeda Sport, Sapu Semua Medali Emas. Nur Fajar Fantastis

Korban mengaku dirinya tengah jadi incaran. Namun tidak diketahui oleh siapa. Linda menduga korban dilanda paranoid.

“Korban mengaku seperti tengah diincar orang untuk disakiti. Sepertinya ia dilanda kepanikkan atau istilah medisnya paranoid yang berlebihan. Saya tak mau sebutkan identitas dan alamatnya tapi lokasinya di Kabupaten Karimun,” kata Linda.

Dugaan korban adalah seorang pecandu alkohol dan rokok dikarenakan ia minta selalu disediakan alkohol (menyebut sebuah merek minuman kaleng beralkohol, red) dalam kulkas.

“Korban kalau lihat saja dalam kulkas sudah ada minuman itu, dia sudah tenang. Cuman beberapa hari menjelang kejadian, keluarga entah lupa atau bagaimana, stok minumannya kosong dalam kulkas,” timpal Ketua Yayasan Rehabsos Sayang Anak Indonesia, Robertus Roy Tenggara.

Hal hampir serupa juga terjadi pada persoalan kecanduan rokoknya. Korban cukup melihat rokok tanpa harus mengisapnya, sudah membuat dia menjadi tenang.

Halaman
12
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved