BATAM TERKINI

PENTING! Besok Malam Sejumlah Wilayah di Batam Ini Bakal Mati Air. Tampung Air Mulai Sekarang

ATB bakal menghentikan aliran air untuk sementara sejumlah wilayah di Batam Rabu (28/11/2018) malam hingga keesokan harinya.

PENTING! Besok Malam Sejumlah Wilayah di Batam Ini Bakal Mati Air. Tampung Air Mulai Sekarang
DOK ATB
Pekerjaan pelebaran di Simp Kepri Mall beberapa waktu lalu, Rabu (28/11) malam ATB lakukan pekerjaan Connecting pipa DN 600mm. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam meningkatkan kuantitas, kualitas dan kontinuitas suplai air bersih ke pelanggan, tim teknis ATB melakukan pekerjaan connection pipa distribusi DN 600 mm di area simp Kabil (Kepri Mall).

Pekerjaan connecting pipa ATB dilakukan Rabu (28/11/2018) malam mulai pukul 20.00 hingga Kamis (29/11/2018) jam 04.00 WIB.

Selain pekerjaan pipa ATB, pembenahan beberapa fasilitas utilitas lainnya di kawasan tersebut juga dilakukan.

Adanya pekerjaan connecting pipa tersebut mengakibatkan suplai air ATB untuk pelanggan di kawasan Batam Centre, Baloi hingga Sukajadi dan sekitarnya terganggu sementara waktu.

"Connecting pipa ATB ini harus dilakukan, tidak hanya pekerjaan pipa ATB saja, namun ada beberapa untilitas lainnya yang berada di kawasan tersebut untuk dibenahi. Karena proyek infrastruktur pemerintah terus digesa dengan membangun pondasi gorong-gorong, untuk pelebaran jalan," ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Selasa (27/11/2018).

Baca: Cemaskan Nasib Uang Mereka, Pencaker Muka Kuning Korban Penipuan Desak Polisi Segera Tangkap MS

Baca: Video Detik-detik Penangkapan Ular 8 Meter yang Sempat Melilit Seorang Warga di Pariaman, Sumbar

Baca: Minta Uang Tambahan Pasang Listrik, Begini Kronologi OTT 2 Orang Oleh Tim Saber Pungli Anambas

Baca: Fotonya Viral, Wanita Ini Dijuluki Penjahat Paling Cantik di China. Kini Jadi Buronan Polisi

Ia melanjutkan, suplai air dihentikan sementara selama pekerjaan berlangsung. Tentunya ini bukan sebuah pilihan populer. ATB  juga tidak ingin suplai air ke pelanggan terganggu.

"Apalagi beberapa waktu lalu pelanggan kami di Batam Centre dan sekitarnya juga terdampak dari kebocoran pipa oleh kontraktor yang tak profesional. Mudah-mudahan tim kami bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat serta bisa mengalirkan kembali suplai ke pelanggan," ujar Maria.

Sementara untuk daerah pelanggan yang terdampak dari pekerjaan adalah Komplek Taman Niaga, Taman Golf, Keprimall, Central Sukajadi, Hotel Radisson, Pasar Basah, Anggrek Mas 1, 2 & 3, Emperium, Polresta Barelang, Sukajadi, Baloi Ditpam, Baloi Polisi, Kembang Sari, Orchid Park, Pertokoan Palm Spring, Pertokoan Graha Mas, Rose Dale, Centre View, Putri Indah, Pertokoan Orchid Suite, Pertokoan Lutus, Marchelia, Masyeba Garden.

Begitu juga untuk perumahan Anggrek Sari, Dutamas, Eden Park, Golden Land, Pola Mas, Industri Limindo, Industri Cammo, Industri Walakaka, Industri Kara, Industrial 2000. Pertokoan Sincom, Industri Hijrah, Citra Batam, Green Land, Centre Point, Livia, Seruni, Citra Indah, Pertokoan Raflisia.

Perumahan Royal Grande, Perkantoran Batam Centre, Mitra Raya, Pertokoan Pasir Putih, Industri Centuri, Tropicana, Plamo, Legenda Bali, Legenda Malaka, Pertokoan Mega Legenda, Meditrania, Purimas tahap 1 & 2, Costarica, Industri Tunas 2, Orchad Park, Bona Vista, Baverly, Diamond Palace, Kanaan, Batu Batam Permai, Rumah Sakit Awal Bross, Nusa Bali, Villa Kencana, Casablanca, Baloi Mas dan sekitarnya.

"Pelanggan di wilayah terdampak diharapkan bisa mempersiapkan tampungan air untuk digunakan seperlunya, sebelum suplai air terganggu. Sekitar 30 ribu pelanggan ATB akan terdampak sementara waktu," harap Maria.

Pekerjaan connecting pipa distribusi ATB ini diharapkan bisa selesai sesuai estimasi waktu yang telah ditentukan, apabila tidak ada kendala teknis di lapangan. Usai pekerjaan dilakukan, suplai air akan mengalir secara bertahap selama masa pemulihan.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Call Center ATB (0778) 467111, atau inbox di fanpage ATB Batam. ATB mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. (*/rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved