Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar Setuju Edy Rahmayadi Diganti dan Dorong PSSI Gelar KLB

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, setuju dengan wacana penggantian Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI. Umuh juga mendorong PSSI melakukan KLB

MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018). 

Penulis : Taufan Bara Mukti / BolaSport.com

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, setuju dengan wacana penggantian Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI. Umuh juga mendorong PSSI melakukan Kongres Luar Biasa.

Umuh Muchtar pun setuju dengan tagar #EdyOut dan meminta Dewan Pembina PSMS Medan itu untuk mundur.

"Itu kan orang-orang yang bilang, mungkin sudah pada bisa menilai. Saya juga setuju Pak Edy (Rahmayadi) diganti," tutur Umuh Muchtar dilansir BolaSport.com dari Tribun Jabar.

Belakangan memang santer berembus kritik kepada Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI untuk mengundurkan diri karena rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatra Utara.

"Kalau saya dimusuhin enggak masalah, ini hanya untuk kebaikan persepak bolaan Indonesia," ucap Umuh menambahkan.

Umuh Muchtar merupakan pentolan Kelompok 85 yang mengusung Edy Rahmayadi menjadi Ketua Umum dalam Kongres Luar Biasa PSSI pada 2016.

Kala itu, Umuh Muchtar beserta pemegang hak suara PSSI mengajukan Edy Rahmayadi sebagai calon pengganti La Nyalla Mataliti yang tersandung kasus korupsi.

Akan tetapi, berbagai masalah kemudian menimpa Edy Rahmayadi hingga banyaknya kritik untuk mantan Letnan Jenderal TNI AD itu.

Umuh juga meminta Edy Rahmayadi tidak merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI dan Gubernur Sumatra Utara.

Karenanya, pria yang biasa disapa Wak Haji itu mendorong PSSI melakukan Kongres Luar Biasa untuk memilih ketua umum PSSI baru.

"Saya setuju KLB, saya dorong PSSI lakukan KLB, sudah banyak pihak telepon saya untuk mendorong ke KLB. Silakan kalau marah lagi ke saya, silakan saya sudah capek," ucap pria 70 tahun itu.

"Urus saja yang lain, jangan merangkap-merangkap gini. Harus serius harus ada keberanian dan tegas, jangan menyalahkan wartawan lagi. Secepatnya KLB, kalau bisa tahun depan setelah beres liga," kata Umuh Muchtar.

Umuh juga mengungkapkan kriteria Ketua Umum PSSI yang ideal menurutnya.

"Pokoknya yang berani ngemodal. Kalau jadi ketua harus berani membuang waktu dan mengeluarkan duit," kata Umuh Muchtar.

Edy Sempat Meminta Mundur

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, sebenarnya sempat mengutarakan keinginannya untuk mundur sebagai ketua Umum PSSI.

Hal itu disampaikan secara langsung oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, pada saat acara Mata Najwa, Rabu (28/11/2018).

Namun sepertinya permintaan mundur Edy sebagai Ketum PSSI ditolak oleh Exco PSSI.

Alasan penolakan itu karena alasan integritas. Edy pernah menolak ketika bandar yang ingin menyogok PSSI dengan uang tunai Rp 1,5 triliun.

“Saya dan Gusti Randa (Exco PSSI) saksinya bahwa pak Edy sempat mau mundur dari ketum PSSI. Tapi akhirnya kami larang dan memintanya untuk bertahan,” kata Refrizal.

Setelah ditolak oleh Exco PSSI, Edy sempat berbicara dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI untuk meminta mundur.

Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara itu mengumpulkan para Asprov PSSI di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat.

“Saat itu semua kompak Asprov PSSI menolak dan meminta pak Edy bertahan karena dia sudah menolak bandar judi yang ingin menyogoknya,” kata Refrizal.

“Pak Edy itu merupakan benteng sepakbola kita karena dia memiliki sikap yang tegas,” tutup Refrizal.

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved