Aroma Bangkai hingga Mobil Tertanam Tanah, Simak Kondisi Petobo Setelah Dilanda Likuefaksi

Saat likuefaksi, rumah-rumah seakan ditelan masuk ke dalam tanah, lalu dimuntahkan lagi ke atas. Seorang warga menyebut tempat itu mirip diblender.

Aroma Bangkai hingga Mobil Tertanam Tanah, Simak Kondisi Petobo Setelah Dilanda Likuefaksi
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Kondisi wilayah Petobo setelah sebelumnya dilanda likuefaksi 

TRIBUNBATAM.id, PALU - Petobo merupakan satu di antara daerah terdampak gempa bumi yang paling parah saat gempa bumi dan tsunami melanda Palu dan Donggala, beberapa waktu lalu.

Dampak likuefaksi yang hebat juga terlihat dari banyaknya bangunan yang amblas dan amblas sebagian, 

Saat Tribun Jabar (grup Tribunbatam.id) dan ACT berkunjung ke Palu, Jumat (30/11/2018), salah satu tujuannya adalah dengan mengunjungi Petobo.

Di sini warga bisa melihat likuefaksi dengan mata kepala sendiri.

Baca: Penyanyi Ini Ngaku Langsung Mules Lihat Angka dalam Struk Belanja Nagita Slavina

Baca: FAKTA BARU Pembunuhan Ciktuti Iin Puspita. Polisi Ungkap Ada Seorang Wanita Bisa Jadi Saksi Kunci

Baca: Seorang Turis Ngamuk. Saat Asyik Spa Tanpa Busana, Mendadak Pria Pemilik Spa Nyelonong Masuk Kamar

Baca: Sudah Terbang 29 Menit, Pesawat Wings Air Balik Lagi ke Kualanamo, Simak Kesaksian Bupati Tapteng

Untuk menuju daerah tersebut, mobil yang ditumpangi rombongan media harus parkir beberapa meter dari lokasi yang ditimpa likuefaksi.

.
Petobo, di Kota Palu, daerah yang terdampak likuefaksi. (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Di tengah perjalanan dari parkiran mobil ke lokasi likuefaksi tercium bau bangkai yang membuat tidak nyaman.

Pemandangan pertama yang terlihat adalah mobil yang hancur dan posisinya tak beraturan.

Bahkan ada mobil yang seakan tertanam di atas tanah, karena posisinya berdiri dan bagian kap mesin masuk ke dalam tanah.

Saat Tribun Jabar kembali berjalan beberapa meter ke depan, pemandangan mengerikan terlihat.

.
Situasi di Petobo saat ini, foto diambil Jumat (30/11/2018). (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Tanah yang sebelumnya rata dan datar, menjadi bergelombang tidak beraturan.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved