KARIMUN TERKINI

Pembongkaran Kios di Karimun Nyaris Ricuh, Dua Pihak Saling Ngotot Pertahankan Batas Lahan

Pembongkaran eks kios pasar Meral lama di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, nyaris berujung ricuh, Kamis (6/12/2018).

Pembongkaran Kios di Karimun Nyaris Ricuh, Dua Pihak Saling Ngotot Pertahankan Batas Lahan
TRIBUNBATAM.id/RACHTA YAHYA
Kedua belah pihak bersitegang mempertahankan argumentasi batas lahan masing-masing di pasar Meral Lama Tanjungbalai Karimun. Akibatnya pembongkaran kios di tunda 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pembongkaran eks kios pasar Meral lama di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, nyaris berujung ricuh, Kamis (6/12/2018).

Itu setelah Romesko Purba, perwakilan PT Cakrawala Bintan Perkasa (CBP) terlihat emosi di lokasi. Untungnya, pihak kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi dapat menenangkannya.

“Pihak kita sudah jelaskan berkali-kali tapi yang di sana seperti nyinyir saja,” kata Romesko perihal dirinya emosi tersebut.

Baca: Pemko Batam Lelang Dua Posisi Kepala Dinas, Aunar Karimsu Masuk Masa Pensiun

Baca: VIRAL! Model Cantik dan Seksi Ini Membantu Ibunya Jualan Ikan, Pasar Langsung Ramai

Baca: Duel Sesama Narapidana Lapas, Suhandi Lesu Dicercar Pertanyaan Majelis Hakim

Akhirnya rencana pembongkaran eks kios tersebut ditunda dikarenakan belum ada titik temu sekaligus untuk mengantisiapasi terjadinya kericuhan antar kedua belah pihak yang bersengketa. Polisi juga mem-police line eks kios tersebut.

Romesko Purba, perwakilan PT Cakrawala Bintan Perkasa (CBP) mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan adanya penundaan pembongkaran kios tersebut.

Ia menyebut eks kios tersebut adalah milik PT CBP berdasarkan surat sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 4296126 Tahun 1979. Bahkan kepemilikannya sudah diakui SK Mendagri Nomor 593.24-278 tahun 1998.

Dikatakan, terbitnya sertifikat HGB atas tukar menukar lahan atau tukar guling dengan Perusda Karimun dibuktikan dengan membangun pasar baru di pasar Bukit Tembak Meral termasuk fasilitasnya seperti, puskesmas, terminal dan ruko-ruko pasar.

Selain itu, akses jalan ke pasar baru tersebut juga sudah di aspal. Sebagai gantinya, pihaknya memperoleh kuasa atas lahan sekitar 5.238 meter persegi di bekas pasar lama Meral.

Romesko juga mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pengembalian batas dengan BPN Karimun yang turut dihadiri Ahian. Bahkan ia mengatakan, surat pengembalian batas dari BPN Karimun, sudah dikantongi PT CBP sejak tiga bulan lalu.

“Hasil pengembalian batas dengan BPN, diketahui lahan Ahian itu tidak masuk ke dalam lahan kami, tapi dia protes kami bongkar bangunan milik kami, ini kan aneh. Lahan dia di luar, kenapa dia yang protes,” kata Romesko.

Romesko mewanti-wanti Ahian agar dalam waktu dua minggu ke depan segera melakukan proses pengembalian batas dengan BPN.

“Jika tidak, maka akan kami lakukan pembongkaran eks kios ini,” kata Romesko.

Sementara itu, Saiful, pengacara Ahian mengatakan, lahan kliennya seluas 7,5 x 30 meter berada di area eks pasar lama Meral.

Lahan tersebut ditandai dengan kepemilikan sertifikat pada tahun 82. Saiful mengatakan pihaknya menginginkan persoalan tersebut diselesaikan secara baik-baik dan musyawarah.

“Sertifikat kita tahun 82, mereka punya tahun 2001. Kita ingin menyelesaikan ini dengan secara baik-baik dan musyawarah. Kita ukur surat kita masing-masing, kalau ini diliuar sertifikat dia, dia harus lepaskan ke kita, kalau ini kena sertifikat dia dan diluar sertifikat kita, kita bongkar,” kata Saiful kepada wartawan. (yah)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved