Berani Menantang Perang TNI, Simak Perbandingan Kekuatan KKB Pimpinan Egianus Kogoya dan TNI

Pimpinan KKB di Nduga, Papua Egianus Kogoya menantang TNI untuk berperang namun dengan syarat, TNI tidak boleh menggunakan bom dan helikopter.

Berani Menantang Perang TNI, Simak Perbandingan Kekuatan KKB Pimpinan Egianus Kogoya dan TNI
FACEBOOK/TPNPB
Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua. 

TRIBUNBATAM.id - Nama Egianus Kogoya, pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua yang membunuh puluhan pekerja di Papua belakangan bikin orang penasaran.

Tak cuma sosoknya saja, tapi ada yang ingin tahu perbandingan kekuatan KKB dengan dan pasukan khusus TNI yang memburunya setelah Egianus menyampaikan tantangan secara terbuka kepada TNI.

Sebelumnya, melalui laman facebook miliknya, Egianus Kogoya menantang TNI untuk berperang namun dengan syarat, TNI tidak boleh menggunakan bom dan helikopter.

"Militer Indonesia berperang melawan negara mana? Sebab mereka berlebihan menggunakan peralatan perang yang canggih seperti helikopter, bom dari udara serta serangan udara dan darat seakan-akan berperang melawan negara merdeka dengan peralatan militer yang setimpal.

Kami siap perang darat saja di medan perang," tegas Egianus Kogoya, dalam unggahan di Facebook kemarin.

Baca: Siapa Itu Egianus Kogoya, Otak Pembantaian Pekerja di Nduga Papua dan Menantang Perang TNI?

Baca: TERUNGKAP! Lokasi Kerja di Papua Rawan Gangguan KKB, Ini Alasan Pekerja PT Istaka Tak Dikawal Aparat

Baca: Pimpinan KKB di Papua Tantang Perang, Syaratnya TNI Tak Boleh Gunakan Helikopter dan Bom Udara

Baca: Helikopter TNI Diberondong Tembakan, Simak 6 Fakta Dibalik Kontak Senjata TNI dan KKB di Papua

Baca: OPM Tantang TNI/POLRI Perang Revolusi Pada 2021 di Papua, Jubir Kodam Papua: Kami Siap Kapan Saja!

Pengamat Terorisme, Sidney Jones, menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Egianus dan anak buahnya, dikenal lebih militan dan mayoritas berusia muda.

Dari catatannya, Egianus pernah membuat keributan saat Pilkada serentak Juli lalu, dalam upaya mencegah pelaksanaan pemilu.

"Biasanya OPM ini terdiri dari faksi-faksi. Di Nduga, satu faksi yang berkuasa dan sempalan dari Kelly Kwalik yang dulu bergerak di Timika. Tapi orang-orang ini muda dan lebih militan," ujar Sidney Jones kepada BBC News Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved