Resmikan Operasional KEK Galang Batang, Begini Kata Menko Darmin Nasution Soal Impor Indonesia

Darmin kemudian menyebut KEK Galang Batang sebagai salah satu contoh industri hulu berbasis sumber daya alam.

Resmikan Operasional KEK Galang Batang, Begini Kata Menko Darmin Nasution Soal Impor Indonesia
Tribunbatam.id/Amin
Menko Ekonomi RI Darmin Nasution bersama Bupati Bintan saat meresmikan operasional KEK 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Ekonomi Indonesia dengan Kepulauan Riau perlu banyak ditopang dengan industri hulu. Industri tersebut bisa dalam bentuk apa saja, termasuk industri hulu berbasis sumber daya alam. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution saat datang ke Bintan, Sabtu (9/12/2018). Darmin ke Bintan meresmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

"Ekonomi kita, untuk perkembangan lebih lanjut, itu perlu industri industri hulu, yang mengola baik itu sumber daya alam, pokoknya di hulu sehingga hasilnya bahan baku dan barang setengah jadi,"kata Menko Darmin Nasution.

Darmin juga sempat menyinggung kondisi impor nasional yang menopang industri nasional. Impor industri nasional 75 persen berupa bahan baku.

"Kenapa transaksi berjalan kita defisitnya banyak? karena impornya banyak, bukan karena barang konsumsinya banyak impornya, walapun trennya naik juga, tapi karena kita tidak punya industri bahan baku dan barang setengah jadi, apalagi barang modal,"kata Darmin.

Darmin kemudian menyebut KEK Galang Batang sebagai salah satu contoh industri hulu berbasis sumber daya alam.

Pengembangan industri hulu berbasis pengolahan bahan baku dan barang setengah jadi saat ini memang menjadi fokus pengembangan KEK baik di Kepri maupun KEK lainnya di Indonesia.

"Di KEK Bintan ini, tipenya industri bahan baku dan barang setengah jadi. Syukur syukur nanti sampai ke hilir, sampai barang jadi. Nah dengan begitu kita bukan hanya menghemat devisa, tapi menambah devisa,"kata Darmin. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved