Sidang Pasar Modern Natuna, 29 Orang Saksi Langsung Dihadirkan, Hakim Sempat Kerepotan

PN Tanjungpinang menggelar sidang pasar Modern Natuna yang kedua kalinya setelah tadi pagi pembacaan dakwaan, Selasa (11/12/2018).

Sidang Pasar Modern Natuna, 29 Orang Saksi Langsung Dihadirkan, Hakim Sempat Kerepotan
TRIBUNBATAM.id/ Wafa
PN Tanjungpinang menggelar sidang pasar Modern Natuna yang kedua kalinya setelah tadi pagi pembacaan dakwaan, Selasa (11/12/2018). 

TRIBUN.BATAM.ID.TANJUNGPINANG - PN Tanjungpinang menggelar sidang pasar Modern Natuna yang kedua kalinya setelah tadi pagi pembacaan dakwaan, Selasa (11/12/2018).

Dalam persidangan ini para saksi dihadirkan.

Mereka akan memberikan keterangan kesaksian terkait dugaan korupsi pembangunan Pasar Modern yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Yang menarik dalam persidangan perdana ini para saksi langsung dihadirkan jumlahnya cukup fantastis.

Yakni sebanyak 29 orang saksi.

Banyaknya saksi yang dihadirkan membuat ketua majelis hakim Santonius Tambunan kerepotan memilih dan menyusun nama-nama serta peranan dari para saksi tersebut.

Hampir seluruh kursi yang harusnya disediakan untuk pengunjung sidang habis digunakan untuk tempat duduk para saksi.

Baca: Batam Butuh 30.000 Blangko KTP Elektronik, Kadisduk Sebut Blangko Bukan Kosong Cuma Belum Dikirim

Baca: Ini Foto Detik-detik Terjadinya Fenomena Puting Beliung di Batam, BMKG Beri Peringatan Dini

Baca: Akui Jalan Sei Temiang Rawan Kecelakaan, Ini Pesan Kasatlantas Polresta Barelang Bagi Pengendara

Nampak dari pantauan Tribun sidang berlangsung cukup riuh dan ramai.

Langkah ini dilakukan karena alasan mobilisasi dari Natuna ke Tanjungpinang yang cukup jauh.

Sehingga Jaksa menghadirkan sejumlah saksi yang cukup banyak untuk efisiensi pelaksanaan sidang.

Para saksi ini mayoritas merupakan masyarakat dari Natuna.

Delapan orang terdakwa dihadirkan dengan didampingi sejumlah para pengacara.

Sebelumnya kasus ini merupakan dugaan korupsi pasar Natuna dengan total anggaran Rp 36 miliar.

Namun dalam pelaksanaannya terjadi kelebihan bayar sebanyak 4 miliar. (wfa).

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved