Breaking News:

BATAM TERKINI

World Syahadah Council Bakal Bangun Pondok Pesantren di Batam Senilai Rp 187 Miliar

World Syahadah Council akan berinvestasi membangun pondok pesantren di Batam tepatnya di Teluk Lengung, Nongsa dengan total investasi Rp 187 miliar.

squarespace
ilustrasi investasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - World Syahadah Council akan berinvestasi membangun pondok pesantren di Batam. Tepatnya di Teluk Lengung, Nongsa.

Di areal seluas 10 hektare itu, nantinya juga akan dibangun pusat penelitian dan pengembangan tentang penyaksian bagi seluruh pesantren di Indonesia dan Asia.

"Total investasinya RM 55 juta atau sekitar Rp 187 miliar," kata Founder World Syahadah Council, Syekh Ismail Kasim, usai konfrensi pers, Senin (10/12) terkait International Syahadah Conference 2018 yang akan diselenggarakan di Batam.

Ia melanjutkan, di hari yang sama dengan pelaksanaan konferensi internasional itu 14 Desember, mereka juga akan menyerahkan investasi tahap awal sebesar RM 1,1 juta kepada Yayasan Al-Ikhlas Darussalam.

Yayasan ini menjadi perpanjangan tangan dari World Syahadah Council di Batam untuk pembangunan pondok pesantren tersebut.

Baca: Fenomena Puting Beliung di Batam, Penerbangan di Bandara Hang Nadim Sempat Terganggu. Ini Kata BMKG

Baca: KECELAKAAN DI BATAM - Total Korban Kecelakaan di Sei Temiang 5 Orang. Ini Kesaksian Korban Selamat

Baca: BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir, Angin Kencang dan Puting Beliung di Wilayah Kepri Ini

Baca: VIRAL. Makanan yang Dimakan Anjing Ini Tak Sampai ke Perut, Jatuh Kembali dari Lehernya yang Bolong

"Nanti sepenuhnya yayasan ini yang akan mengelolanya," ujarnya.

Mengapa memilih Batam, Indonesia? Syekh Ismail Kasim mengatakan, dari segi cost atau biaya, Batam lebih murah.

Di samping itu, lokasi Batam yang strategis berdekatan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, juga menjadi daya tarik mereka ingin berinvestasi di Batam.

"Di Indonesia sudah menghasilkan ratusan ribu santri didikan pesantren. Di sini juga banyak pesantren, kami menilai perlu dididik ilmu berdakwah yang lebih untuk perdamaian," kata Syekh Ismail.

Disinggung soal kapan pembangunan pondok pesantren dimulai, Syekh Ismail menargetkan dalam waktu tiga bulan, pasca penyerahan dana tahap pertama, pembangunan bisa dimulai.

"Dalam masa tiga bulan, pembangunan akan dimulai. Setelah urusan lahan dan lainnya selesai. Sistemnya nanti akan mengikuti sistem pengajian pesantren di Indonesia. Tapi pengajarnya datang dari seluruh dunia," kata Syekh Ismail Kasim. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved