TANJUNGPINANG TERKINI

Anak dengan Kondisi Gagal Tumbuh Masih Banyak di Tanjungpinang. Para Ibu Perhatikan Hal Ini

Anak usia di bawah lima tahun dengan kondisi gagal tumbuh atau stunting akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan masih

Anak dengan Kondisi Gagal Tumbuh Masih Banyak di Tanjungpinang. Para Ibu Perhatikan Hal Ini
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Kampanye Anti Stunting yang ditaja oleh Gugus Jambu Kecamatan Tanjungpinang Timur dan diikuti oleh 11 lembaga pendidikan anak usia dini dengan jumlah peserta 250 orang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Anak usia di bawah lima tahun dengan kondisi gagal tumbuh atau stunting akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan masih banyak di Tanjungpinang.

Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Juariah Syahrul mengatakan stunting menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

"Kondisi itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas mereka sesudah dewasa," kata Juariah Syahrul di TK Pelita KM. 7, Rabu (12/12/2018) dalam acara Kampanye Anti Stunting yang ditaja oleh Gugus Jambu Kecamatan Tanjungpinang Timur dan diikuti oleh 11 lembaga pendidikan anak usia dini dengan jumlah peserta 250 orang.

Juariah mengatakan stunting merupakan isu internasional yang sudah menjadi bagian penting untuk diketahui oleh masyarakat luas yang dapat terjadi pada anak dari golongan manapun.

Baca: Kejari Tangkap Terpidana Penipuan di ASDP Punggur, Herman Bantah Jadi DPO

Baca: TNI dan Polri Kejar KKB di Nduga, Wiranto: Menyerah atau Kita Habisi Mereka

Baca: Korupsi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Basaria Pandjaitan: Dana Sekolah Dipotong

Baca: Promo Akhir Tahun 2018, Banjir Diskon di Showroom Event Honda

Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga miskin tetapi juga pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa. Jika tidak diatasi maka itu akan berpengaruh pada pengembangan sumber daya manusia menjadi tidak optimal.

"Upaya memutus mata rantai masalah stunting pada anak ini harus dilakukan secara serius melalui pemantauan gizi dan kesehatan rutin. Tenaga kesehatan yang ada harus benar-benar terlatih dalam melihat dan memantau anak yang memiliki masalah gizi kronis dan ada gejala gagal tumbuh. Jika gagal ditangani, maka akan timbul kasus stunting yang berdampak panjang," jelas Juariah Syahrul.

Juariah Syahrul lalu mengingatkan para para ibu untuk memperhatikan asupan makanan bagi anak-anaknya dan hindari makanan-makanan instan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

"Biasakan memberi makanan sehat, bergizi dan seimbang. Hindari makanan-makanan yang instan dan mengandung bahan pengawet. Mari bersama kita cegah Stunting pada anak dengan melakukan pola hidup sehat," ajak Juariah Syahrul.

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Hj Yuniarni Pustoko Weni, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus Sitohang, Perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kepulauan Riau, Rozaleni dan seluruh Bunda PAUD se-Kecamatan Tanjungpinang Timur. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved