BATAM TERKINI

Biaya Umroh Minimal Rp 22 Juta, Kakanwil Kemenag Kepri : Jangan Ingin Murah Tapi Ditipu Orang

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri menghimbau masyarakat Kepri agar jangan percaya travel yang memberikan promo dengan harga terlalu murah.

Biaya Umroh Minimal Rp 22 Juta, Kakanwil Kemenag Kepri : Jangan Ingin Murah Tapi Ditipu Orang
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Drs. H. Mukhlisuddin di Gedung PIH Batam Center, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Drs H Mukhlisuddin menghimbau pada masyarakat Kepri agar jangan percaya kepada travel yang memberikan promo keberangkatan murah pergi ibadah haji dan umroh.

Menurutnya Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama minimal keberangkatan menghabiskan biaya Rp 22 juta.

"Masyarakat umat Islam yang akan melakukan ibadah haji dan umroh itu harus menilai biaya itu cukup tak untuk makan, menginap dan pesawat. Masak Rp 14 juta pergi umroh. Ke Jakarta saja sudah Rp 5 juta PP. Apalagi musim libur sekarang," ujar Mukhlisuddin, Kamis (13/12/2018).

Mukhlisuddin menegaskan estimasi-estimasi tersebut harus dipikirkan. Jangan ingin murah berangkat, tapi ditipu orang.

"Jadi berpikirlah dengan cerdas. Islam itu ingin selamat dan Islam itu cerdas," tuturnya seusai sosialisasi seputar ibadah haji dan umroh di Gedung PIH Batam Center.

Namun sejauh ini ia bantah adanya ditemukan travel nakal yang menyalahgunakan keberangkatan ibadah haji dan umroh.

Baca: Walikota Bakal Rangkap Jabatan Sebagai Kepala BP Batam, Begini Komentar Rudi

Baca: Masa Tunggu Haji di Batam 18 Tahun, Kini Umur 12 Tahun Sudah Bisa Daftar Haji. Ini Syaratnya!

Baca: BREAKINGNEWS. Warga Desa Kuala Sempang Ditemukan Terapung Tak Bernyawa

Baca: VIRAL. Mahasiswa 22 Tahun Ini Dijuluki Lelaki Cantik, Ngaku Ada Pria yang Naksir Dirinya

Baca: BP Batam Bakal Dilebur dengan Pemko, Apindo Tunggu Realisasi Kebijakan Pusat

Baca: Ini Alasan Bea Cukai Batam Musnahkan Puluhan Ton Beras dan Gula Hasil Tangkapan

Sampai saat ini belum ada data di Kepri yang menangani travel yang nakal.

"Jadi secara real jumlahnya karena ada di ibadah haji dan umroh, sampai sekarang belum ada laporan. Apakah ada travel yang sudah ditindak penegak hukum. Jadi Kepri Alhamdullilah sampai sekarang aman dan belum terdaftar. Kita doakan jangan ada," paparnya.

Mukhlisuddin menyampaikan evaluasi embarkasi tahun ini, sudah bagus. Seperti sektor pelayanan, penginapan, asrama haji, keamanan selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun.

"Secara umum baik. Alhamdulliah sekali," tuturnya. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved