BATAM TERKINI

Jangan Tergiur Iklan Menyesatkan, BPOM Kampanye Cerdas Gunakan Kosmetik

"Kosmetik sudah jadi kebutuhan, tak hanya wanita tapi juga pria. Dulu kosmetik dipasarkan secara konvensional, tapi di era digital ini sudah bergeser

Jangan Tergiur Iklan Menyesatkan, BPOM Kampanye Cerdas Gunakan Kosmetik
TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI
Wali Kota Batam Rudi menyalami Kepala BPOM Batam saat kampanye cerdas menggunakan kosmetik pada generasi milenial di Hotel Aston, Batam, Kamis (13/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam menggelar Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik pada Generasi Milenial. Kegiatan diikuti para pelajar dan mahasiswa di Hotel Aston Batam, Kamis (13/12/2018).

"Kosmetik sudah jadi kebutuhan, tak hanya wanita tapi juga pria. Dulu kosmetik dipasarkan secara konvensional, tapi di era digital ini sudah bergeser lewat MLM (multi level marketing), lalu sekarang secara online (daring) melalui e-commerce," kata Kepala BPOM Batam, Yosef Dwi Irwan.

Berdasarkan data, pencarian kosmetik di penelusuran daring ini menduduki posisi kedua. Artinya kosmetik menjadi produk paling sering dicari secara daring oleh masyarakat, setelah busana.

Di satu sisi memudahkan akses masyarakat mendapat produk kosmetik. Di sisi lain, ada ancaman peredaran kosmetik ilegal. Maka harus disikapi dengan bijak. Masyarakat diharapkan tidak tergiur iklan yang menyesatkan.

Baca: Pulang Kampung Rayakan Natal, Warga Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi

Baca: Anak dengan Kondisi Gagal Tumbuh Masih Banyak di Tanjungpinang. Para Ibu Perhatikan Hal Ini

Baca: Promo Diskon Besar Harbolnas Shopee, Lazada, JD.id, Blibli, Bukalapak hingga 15 Desember 2018

Baca: TNI dan Polri Kejar KKB di Nduga Papua, Wiranto: Menyerah atau Kita Habisi Mereka

Yosef mengatakan selama dua pekan, akhir November sampai awal Desember, pihaknya telah menertibkan kosmetik ilegal senilai Rp1 miliar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Sepanjang 2018, BPOM sudah menangani 10 kasus perkara obat, kosmetik, dan makanan.

Tiga kasus di antaranya merupakan kosmetik BPOM tak hanya menyisir yang kecil, tetapi juga suplai agennya. Tujuannya agar dari hilir bisa dipantau untuk mengetahui sampai ke pemasok.

"Kita sudah ungkapkan beberapa kasus supplier. Kita bawa ke prosedur lebih lanjut, kita proses. Di Batam, kita terbesar itu pengungkapan kosmetik ilegal Rp 1,4 miliar. Dia suplai ke seluruh Indonesia, jualan secara online (daring). Proses penyidikan sedang berjalan, dengan ancaman pidana 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar," ujarnya.

Adapun jenis kosmetik yang paling sering dicari, lanjutnya, adalah jenis krim pemutih, krim pagi, krim malam, bedak, lipstik, perona muka, dan pensil alis. Jenis kandungan yang harus diwaspadai antara lain merkuri, hidrokinon, dan sebagainya.

Kandungan berbahaya ini dapat mengakibatkan kanker kulit, cacat janin bagi ibu hamil, kerusakan atau gangguan hati dan ginjal, bahkan kematian.

Pada kampanye ini, narasumber talkshow yang dihadirkan yaitu perwakilan Direktorat Pengawasan Kosmetik BPOM, BPOM Batam, dokter spesialis, Dinas Kominfo Batam, dan Puteri Indonesia Kepri. Peserta sebanyak 300 orang.

Terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah Pemko Batam, mahasiswa perguruan tinggi, pelajar sekolah menengah atas, pelaku usaha, dan klinik kecantikan.

"Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesadaran tentang kosmetik ilegal. Serta mengajarkan tentang cara menyaring dan menelaah iklan sehingga masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan mampu menghindari diri dari kosmetik berbahaya," kata Yosef.

Di tempat yang sama Wali Kota Batam, Rudi mengatakan kampanye ini penting bagi Batam yang lokasinya dekat dengan negara tetangga. Berbagai produk kosmetik banyak masuk baik dari jalur resmi maupun tak resmi.

"Kami harap kampanye ini tak berhenti di sini. Setelah peserta kembali sampaikan ke teman-teman kalian, ilmu apa yang kalian dapat hari ini," pesan Rudi. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved