Breaking News:

Penipuan di Batam-Pura-pura Beli Mobil, Agung Bawa Kabur Avanza, Xenia, hingga Fortuner

Unit 1 Satreskrim Polresta Barelang, Batam membongkar jaringan penipuan 14 mobil berbagai merek seperti Fortuner, Avanza, Xenia, hingga Ertiga

TRIBUNBATAM
DIPERIKSA- Agung diperiksa di Polresta Barelang dalam kasus penipuan belasan mobil, Kamis (13/12/2018) 

TRIBUNBATAM.id - Unit 1 Satreskrim Polresta Barelang, Batam membongkar jaringan penipuan 14 mobil berbagai merek seperti Fortuner, Avanza, Xenia, hingga Ertiga.

Penipuan mobil merek seperti Fortuner, Avanza, Xenia, hingga Ertiga itu melalui forum jual beli di media sosial.

Modusnya yakni pura-pura membeli mobil dengan membayar uang muka lalu membawa kabur mobil beserta STNK.

Polisi menangkap satu orang tersangka bernama Agung Goodfabel (21).

Agung adalah orang yang paling dicari saat ini karena melakukan penipuan dengan modus jual beli.

Setidaknya, sudah ada 14 orang yang menjadi korban penipuan oleh Agung, saat ini Agung masih diproses pihak kepolisian sembari polisi mencari pelaku lainya.

Baca: Pabrik Baja Meledak di Malaysia. Enam Tewas, Lima Sahabat Dikuburkan Satu Liang

Baca: KPU Batam Catat Sagulung Pemilih Terbanyak Capai 104.389 Orang

Agung yang ditemui di Unit 1 Satreskrim Polresta Barelang, Kamis (13/12) sore bercerita, kalau sasaran dia adalah masyarakat yang hendak menjual mobil di Forum Jual Beli di media sosial.

Namun Agung tidak bekerja sendiri, ia bersama jaringan lainnya.

Yakni dengan dua temanya berinisial Rg dan Ar.

"Ada tiga orang dalam kasus ini yang terlibat, namun kita baru mengamankan Agung," sebut Ipda Pandu Renata Surya kanit 1 Satreskrim Polresta Barelang.

Yang bertugas mencari target yakni Rg, kemudian Rg menanyakan berapa mobil itu akan dijual.

Baca: Pulang Kampung Rayakan Natal, Warga Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi

Baca: TNI dan Polri Kejar KKB di Nduga Papua, Wiranto: Menyerah atau Kita Habisi Mereka

Setelah ada kesepakatan harga, Rg menelepon Ar untuk mengirim uang kepada Agung.

Sementara Agung bertugas untuk mengantarkan uang kepada pemilik mobil.

Uang muka yang diserahkan kepemilik sesuai dengan kesepakatan antara penjual dengan Rg.

"Misalnya dia minta Rp 20 juta, uang itu diserahkan ke pemilik mobil yang akan menjual. Tapi yang nyerahkan Agung," sebut Pandu lagi.

Setelah uang diserahkan, Agung kemudian mendapatkan mobil dan STNK mobil. Kemudian mereka berjanji akan bertemu di sebuah perusahaan leasing mobil.

"Tetapi besoknya, nomor Agung ataupun si Rg ini tidak aktif. Sementara kendaraan sudah berada di tangan mereka plus dengan STNK," tambah Pandu.

Sejauh ini menurut Pandu, polisi masih memburu dua orang lagi.

Laporan Agung ini juga sudah masuk ke beberapa polsek.

Setidaknya ada 11 mobil dan tiga motor yang mereka ambil dengan modus hendak membeli.

"Mobil yang mereka ambil adalah Fortuner, Avanza, Xenia, Ertiga dan dua motor," tegasnya.

Sementara Itu, Agung mengaku sudah enam bulan ia bekerja seperti itu.

Untuk satu kali transaksi ia mendapatkan uang Rp 3 juta. Sementara untuk sepeda motor Rp 750 ribu.

"Saya tahu kalau itu kerjaan salah. Cuma saya nggak ada kerjaan lain. Saya baru bebas penjara juga," tegasnya.

Selama bekerja denga Rg dan Ar, setidaknya uang yang ia dapat sekitar Rp 30 juta.
Bahkan Agung berani kos ditempat mewah di kawasan Nagoya bersama kekasihnya.(*)

Penulis:
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved