Dipicu Bau Menyengat, Simak 5 Fakta Dibalik Penggrebekan Pabrik Mie Berformalin di Cianjur

Polisi menggerebek pabrik pembuatan mi formalin di Cianjur dan diduga pemilik pabrik mi ini seorang residivis dengan kasus yang sama.

Dipicu Bau Menyengat, Simak 5 Fakta Dibalik Penggrebekan Pabrik Mie Berformalin di Cianjur
KOMPAS.COM
Ilustrasi mi 

TRIBUNBATAM.id - Polisi menggerebek pabrik pembuatan mi formalin di Kampung Gelar, Pamayonan, Cianjur. Dari hasil pemeriksaan sementara polisi, pemilik pabrik mi tersebut adalah residivis kasus yang sama, yakni DLH (47).

Dalam sehari, pelaku mengaku bisa memproduksi satu ton mi formalin.

Untuk memastikan kandungan di dalam mi milik DLH, polisi melakukan uji laboratorium.

Apabila terbukti mengandung formalin, DLH akan kembali ditangkap.

DLH sebelumnya juga pernah tertangkap dalam kasus peredaran mi berformalin di Polda Jawa Barat.

Berikut ini penelusuran fakta kasus dugaan mi berformalin di Cianjur:

Baca: Selama 2018, Ditpolairud Polda Kepri Ungkap 57 Kasus TKI Ilegal di Batam

Baca: Muncul Suara Aneh Tadi Malam di Langit Pekalongan, Inilah Penjelasan BMKG dan Airnav

Baca: Ini Ambisi China Dibalik Misi Menghidupkan Kembali Pesawat Antonov Raksasa Buatan Uni Soviet

1. Berawal dari keresahan warga akan bau menyengat

Setelah mendapat laporan dari warga, satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur menggerebek tempat pembuatan mi yang diduga mengandung formalin dan borak di Kampung Gelar, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Kasat Reserse Narkoba Polres Cianjur AKP Indra Sani menjelaskan, masyarakat di sekitar pabrik mencium bau menyengat dari limbah hasil pembuatan mi yang dibuang ke sungai. "Hasil pengecekan ditemukan indikasi, patut diduga mi mengandung bahan kimia berformalin dan borak," kata Indra yang dihubungi Kompas.com, Jumat (14/12/2018).

2. Pemilik pabrik, DLH, adalah residivis kasus yang sama

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved