BATAM TERKINI

Yusfa Hendri : Sebelum 2018 Berakhir, Pasar Induk Sudah Harus Dikosongkan

Pemko Batam memastikan akan melakukan penertiban kawasan pasar induk sebelum tahun 2018 berakhir.

Yusfa Hendri : Sebelum 2018 Berakhir, Pasar Induk Sudah Harus Dikosongkan
tribunnews batam/mona
Pasar Induk Jodoh, Batam, Selasa (3/1/2017). 

Yusfa Hendri : Sebelum 2018 Berakhir, Pasar Induk Sudah Harus Dikosongkan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pasca gagalnya penertiban Pasar Induk, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri yang sekaligus Ketua Tim Terpadu mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi kembali dengan Pasar Induk.

Namun menjelang berakhirnya 2018 ini dia menyebut tetap harus dilakukan pemindahan sekaligus penertiban.

"Tak ada alasan lagi. Tempat relokasi sementara sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Pedagang Kaki Lima (PKL) ada yang setuju ada yang tidak setuju, intinya kami berikan alternatif dan memang sebuah pilihan," ujar Yusfa di Dataran Engku Puteri, Rabu (19/12/2018).

Diakuinya jika PKL mau, bisa masuk ke tempat relokasi yang baru tersebut.

Baca: INFO GEMPA HARI INI - Gempa 4.4 SR Guncang Sinabang, Aceh, Selasa Jam 13.11 WIB. Berikut Info BMKG

Baca: Diduga Korban Pembunuhan, Mayat Wanita Tanpa Busana di Apartemen Kebagusan City Penuh Luka Tusuk

Baca: Berkilah Ingin Mudahkan Sang Istri, Pria Ini Tega Tenggelamkan Bayinya ke Kolam Es

Namun jika tidak berkenan dan PKL ada tempat berjualan lainnya, pihaknya mempersilahkan.

"Kami tidak memaksa harus masuk ke tempat yang sudah kami siapkan," katanya.

Hal ini dilakukan untuk mendukung Pemko Batam dalam proses revitalisasi Pasar Induk.

Agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (Negara) segera digulirkan untuk pembangunan.

Sementara itu, di depan kantor Wali Kota Batam, Kabid Trantib Satpol PP Pemko Batam, Imam Tohari mengaku pihaknya selalu siap perihal teknisnya.

Dan tinggal menunggu arahan dari Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Ketua Tim Terpadu, Yusfa Hendri.

"Kita kapan saja sudah siap. Rencana tim Satpol yang akan turun sebanyak 700 orang. Belum lagi dari pihak Kepolisian," kata Imam. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved