Sebelum Kena OTT, Uang Rp 7,4 Miliar Dibiarkan Tergeletak di Lantai. Begini Kesaksian Pegawai KONI

Sebelum KPK melakukan OTT terhadap bendahara dan sekjen KONI, ternyata tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 7,4 miliar tergeletak di lantai.

Sebelum Kena OTT, Uang Rp 7,4 Miliar Dibiarkan Tergeletak di Lantai. Begini Kesaksian Pegawai KONI
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sekitar Rp 7 miliar dalam operasi tangkap tangan terhadap pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

Sebelum Kena OTT KPK, Uang Rp 7,4 Miliar Dibiarkan Tergeletak di Lantai. Begini Kesaksian Pegawai KONI

TRIBUNBATAM.id - Sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bendahara dan sekjen KONI, ternyata tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 7,4 miliar dibiarkan tergeletak begitu saja di salah satu lantai ruangan kantor KONI pusat.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pegawai KONI yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Tribun di sekitar Kantor KONI, Kamis (20/12/2018).

Ia mengaku, sempat melihat tumpukan uang yang diketahui belakangan senilai Rp 7,4 miliar di ruangan pimpinan KONI secara tidak sengaja.

Dia mengaku baru kali itu melihat tumpukan uang di ruangan tersebut.

Dia pun tidak mengerti jika tumpukan uang itu merupakan dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dicairkan secara tunai.

"Ya sempat melihat. Itu juga tidak sengaja. Cuma pas ada yang buka pintu, terus kelihatan. Enggak tahu uang apa. Itu pimpinan lah. Saya enggak paham banget," ucapnya.

Baca: Bisa Jadi Sarang 2 Bakteri Berbahaya, Lakukan Hal Ini Sebelum Konsumsi Alpukat

Baca: Deretan Fakta Kapal Meledak di Sungai Musi, Dekat Jembatan Ampera Palembang

Baca: Video Detik-detik Komplotan Maling Gasak Honda CBR150R dan Satria FU

Baca: RESEP MASAKAN - Pepes Ayam Kuning, Lezat dan Sehat Tanpa Minyak. Cocok Disantap Bareng Nasi Hangat

Saat ditanya mengenai kebenaran tidak digajinya pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia selama lima bulan, ia enggan banyak berkomentar.

"Enggak tahu kalau yang itu," kata dia singkat sembari meminum es teh manis yang ada di hadapannya.

Kendati demikian, ia membeberkan satu hal yang menurutnya, sudah menjadi rahasia umum di tempatnya. Yakni, pelaporan dana hanya cukup pakai nota yang dapat dibeli di warung.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved