KARIMUN TERKNI

BC Kepri Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Rp 12 Miliar Lebih. Pelaku Menghilang di Hutan Bakau

Terdesak, para pelaku memilih mengkandaskan speedboat mereka di dalam hutan bakau lalu menghilang dari pandangan petugas BC Kepri

BC Kepri Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Rp 12 Miliar Lebih. Pelaku Menghilang di Hutan Bakau
RACHTA YAHYA
Kepala Kantor Wilayah Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau, Agus Yulianto menunjukkan baby lobster hasil penindakan saat konferensi pers, Selasa (25/12/2018). TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

BC Kepri Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 12 Miliar Lebih. Para Pelaku Kandaskan Speedboat Lalu Menghilang

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kantor Wilayah Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Umum (KPU) BC Kota Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster sebanyak 95.750 ekor senilai Rp 12 miliar lebih.

Penyelundupan itu terjadi pada Senin, (24/12/2018) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di sekitar perairan Pulau Buluh Patah, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

Para pelaku diperkirakan terbilang profesional jika dilihat dari speedboat yang mereka gunakan untuk menyelundupkan 95.750 ekor baby lobster itu.

Para pelaku menggunakan speedboat (HSC) 4 mesin dengan kecepatan sekitar 1.200 PK.

Diduga para pelaku hendak menyelundupkan baby lobster tersebut ke Singapura.

Baca: BC Amankan 71.982 Baby Lobster dalam Koper yang akan Diterbangkan dari Jakarta ke Singapura

Baca: Tiga Hari Raibnya Baby Lobster, Polres Bintan Temukan CCTV di Pelabuhan Tak Berfungsi

Baca: DJBC Kepri Amankan Kapal Tanker Bermuatan Limbah. Dicegat Saat Hendak Memasuki Perairan OPL

"Kami kira Singapura hanya sebagai daerah transit, untuk kemudian diteruskan ke negara lain," ujar Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto saat konferensi pers, Selasa (25/12/2018).

Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas DJBC Khusus Kepri dengan para pelaku setelah tembakan peringatan yang diberikan petugas tidak diindahkan para pelaku.

Kakanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto menyerahkan secara simbolis baby lobster hasil penindakan kepada Kasi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan Kota Tanjungpinang saat konferensi pers, Selasa (25/12/2018). TRIBUN BATAM/YAHYA
Kakanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto menyerahkan secara simbolis baby lobster hasil penindakan kepada Kasi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Ikan Kota Tanjungpinang saat konferensi pers, Selasa (25/12/2018). TRIBUN BATAM/YAHYA (RACHTA YAHYA)

Setelah sekitar 30 menit aksi kejar-kejaran, di sekitar perairan Pulau Pu Jello, para pelaku terdesak oleh kepungan dua kapal dari DJBC Khusus Kepri dan KPU BC Kota Batam.

Dalam kondisi terjepit itu, para pelaku kemudian nekad masuk ke dalam perairan hutan bakau dan mengkandaskan speedboat mereka.

Halaman
123
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved