Sejarah Pohon Natal dan Hiasan Pohon Cemara saat Natal

Pohon Natal kerap kita jumpai di rumah umat Katolik dan Kristiani saat merayakan Natal.

Sejarah Pohon Natal dan Hiasan Pohon Cemara saat Natal
MPowerLives.com
Perayaan Natal dan Tahun Baru 

Berkembang ke negara lain

Sebagian besar orang Amerika abad ke-19 menganggap pohon Natal sebagai sesuatu yang berbeda.

Kehadiran pohon Natal di Amerika berdasarkan para imigran dari Jerman di Pennsylvania. Oleh karena itu, tradisi ini mulai digunakan ke berbagai tempat.

Sebenarnya, permukiman Jerman di Pennsylvania memiliki pohon-pohon masyarakat pada awal 1747.

Namun, pada akhir tahun 1840-an, pohon Natal dilihat sebagai simbol pagan dan tidak diterima oleh kebanyakan orang Amerika Serikat.

Tidak mengherankan bahwa seperti banyak kebiasaan Natal lainnya yang meriah, pohon itu diadopsi sangat terlambat di Amerika.

Namun, pada awal abad ke-20, orang Amerika menghias pohon mereka terutama dengan hiasan buatan sendiri.

Sementara keturunan Jerman-Amerika terus menggunakan apel, kacang, dan kue marzipan.

Popcorn ikut digunakan setelah dicelup warna-warna cerah.

Baca: Umat Kristiani Sagulung Rayakan Natal di GBI Tabgha SP Plaza, 20 Personel Aparat Gabungan Bersiaga

Baca: NATAL 2018 - Demi Sang Buah Hati, Gisel Akan Tukaran Kado Natal dengan Keluarga Gading Marten

Bagi kaum puritan Inggris Baru, Natal adalah sakral. Menurut pendapat kelompok ini, Natal tak boleh dipadukan dengan unsur-unsur lain.

Namun, ketika ketika gelombang imigran Jerman dan Irlandia meruntuhkan warisan puritan dan tradisi pohon Natal sampai juga di Inggris.

Pada 1846, para bangsawan populer, Ratu Victoria dan Pangeran Albert, digambarkan dalam ilustrasi berdiri bersama anak-anak mereka di sekitar pohon Natal.

Tidak seperti keluarga kerajaan sebelumnya, Victoria sangat populer dengan rakyatnya. Hal ini membuat tradisi Natal dengan pohon hijau mulai diterima mudah oleh masyarakat Inggris.

Pada 1890-an, hiasan Natal tiba dari Jerman dan popularitas pohon Natal sedang meningkat di sekitar AS.

Telah dicatat bahwa orang Eropa menggunakan pohon kecil setinggi sekitar 1,2 meter.

Orang Amerika menyukai pohon Natal yang tinggi.

Listrik kemudian memungkinkan pohon Natal dihiasi lampu. Ini memungkinkan pohon Natal menyala dan kerlap-kerlip selama berhari-hari.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah di Balik Tradisi Pohon Natal.....", https://internasional.kompas.com/read/2018/12/25/14261991/sejarah-di-balik-tradisi-pohon-natal.
Penulis : Aswab Nanda Pratama
Editor : Bayu Galih

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved