Pulang Main di Warnet, Seorang Anak Dipukul Oknum Polisi Hingga Koma, Orangtua Lapor KPPAD

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial mengaku anak tersebut mendapat kekerasan dari oknum kepolisian hingga dirawat di rumah sakit karena koma.

Pulang Main di Warnet, Seorang Anak Dipukul Oknum Polisi Hingga Koma, Orangtua Lapor KPPAD
HANDINING
Ilustrasi penyerangan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri menerima aduan orangtua angkat seorang anak yang terkena razia Minggu (23/12/2018) malam lalu.

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial mengaku anak tersebut mendapat kekerasan dari oknum kepolisian hingga dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi koma.

"Berdasarkan kronologis versi orangtua disampaikan bahwa kejadian itu terjadi saat anaknya pulang dari bermain internet. Selain korban ada juga 4 orang temannya menggunakan motor. Jadi ada 2 motor,"ujar Erry.

Ia melanjutkan korban dikejar oleh anggota patroli menggunakan sepeda motor, dipepet, kemudian dilakukan pemukulan sebanyak 2 kali. Pertama di bagian bahu, kedua di bagian kepala.

Baca: Bawa 100 Gram Kokain dari Belanda, Steve Emmanuel Bisa Terancam Hukuman Mati

Baca: RESEP MASAKAN - Kue Pisang Cantik Manis, Kue Tradisional yang Selalu Menggoda Selera

Baca: HOAKS. Kabar Gempa dan Tsunami Akan Melanda Seluruh Indonesia saat Malam Tahun Baru

"Akibat pukulan itu korban terjatuh dan mengalami koma hingga saat ini. Korban dibawa oleh anggota kepolisian ke rumah sakit Elisabeth Batam Kota dan saat ini masih dilakukan upaya-upaya penyembuhan," paparnya.

Hingga saat ini korban masih tidak sadarkan diri. Hal ini dikarenakan terjadi pendarahan dan penyumbatan pembuluh darah di bagian kepala akibat pemukulan tersebut.

"Untuk lebih jelas silahkan tanyakan kepada pihak rumah sakit," tuturnya.

Ada rencana dilakukan operasi. Pihak kepolisan bertanggungjawab kepada korban dan mendatangkan dokter dari luar untuk keselamatan korban.

"Dari proses hukum, pihak keluarga korban juga sudah melapor ke Polda Kepri yaitu di Propam. Dan Propam sudah menindaklanjuti dan kabarnya pelaku sudah diamankan dan di periksa. Kami akan koordinasi kepada propam," papar Erry.

Ia menambahkan KPPAD terkait masalah pidana melakukan kekerasan kepada anak dan melanggar Undang-Undang tentu harus diproses oleh kepolisian ataupun Polda.

Pihak korban juga sudah membuat pelaporan dan akan didampingi oleh KPPAD.

Dengan adanya kejadian ini, KPPAD sebenarnya melakukan apresiasi terhadap pihak kepolisian untuk menertibkan Kota Batam pada malam hari.

Hanya saja jangan sampai terjadi kasus kekerasan kepada anak.

"Penanganannya harap dengan cara persuasif atau edukasi. Misalnya introgasi atau diingatkan supaya jangan lagi melakukan seperti itu. Jangan lagi kasus seperti ini terulang. Kami berharap kepolisian ramah terhadap anak," katanya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved