Letusan Dahsyat Gunung Tambora - Abu Vulkanik Menyembur hingga 100 Km, Dunia Kehilangan Musim Panas

Letusan Gunung Tambora yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat dikenal sebagai letusan yang sangat dahsyat dan berdampak hingga ke seantero dunia.

Letusan Dahsyat Gunung Tambora - Abu Vulkanik Menyembur hingga 100 Km, Dunia Kehilangan Musim Panas
Jia Lianggao/Wikimedia Common
Gunung Tambora 

TRIBUNBATAM.id - Sebelum gunung Krakatau meletus 1883, letusan Gunung Tambora yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat terlebih dulu dikenal sebagai letusan yang sangat dahsyat dan berdampak hingga ke seantero dunia

Dr Matthew Genge dari Imperial College London menerbitkan hasil temuannya dalam jurnal Geology pada Rabu (22/8/2018).

Laporan ilmiah itu berisi analisa bagaimana dampak letusan dahsyat Gunung Tambora hingga menyebabkan dunia 'lumpuh'.

Bersamaan dengan itu, diperoleh pula bukti-bukti keterkaitan antara letusan Gunung Tambora dengan kekalahan Napoleon Bonaparte pada perang di Waterloo saat melawan tentara sekutu.

Baca: Lava Pijar dan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terus Menyembur, Warga Sebesi Mulai Ketakutan

Baca: 21 Gunung Api di Indonesia yang Berstatus di Atas Normal, Gunung Sinabung Awas, Anak Krakatau Siaga

Baca: Letusan Menggelegar & Kilat Menakutkan, Warga Sebesi Ungkap Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Jejak Peradaban dalam Peringatan 200 Tahun Letusan Gunung Tambora

Dikutip TRIBUNJOGJA.com dari MAIL ONLINE, muntahan abu vulkanik yang mengandung listrik Gunung Tambora melesat ke atmosfir bumi hingga menyebabkan memburuknya cuaca global. Bahkan letusan ini telah mengubah sejarah Eropa, terutama setelah peperangan di Waterloo.

Para sejarawan sebenarnya sudah sejak lama mengetahui bahwa Napoleon Bonaparte dikalahkan tentara sekutu lantaran kondisi cuaca buruk.

Medan perang menjadi berlumpur akibat turunnya hujan deras yang membantu gerakan tentara sekutu untuk mengendap-endap dalam medan yang basah.

Kini para sejarawan kian percaya bahwa Gunung Tambora di Pulau Sumbawa yang meletus dua bulan sebelum peperangan itulah yang telah mengantarkan dunia pada 'Tahun Tanpa Musim Panas' pada 1816.

Akibat letusan itulah turun hujan lebat di Eropa hingga menguntungkan pasukan sekutu dalam mengalahkan Napoleon Bonaparte.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved