Berada 700 Meter dari Gunung Anak Krakatau, Nelayan Ini Jadi Saksi Hidup Terjadinya Tsunami Banten

Nelayan asal Lampung, Puji (19), menjadi salah satu saksi mata yang melihat detik-detik terjadinya tsunami Banten, Sabtu (22/12/2018).

Berada 700 Meter dari Gunung Anak Krakatau, Nelayan Ini Jadi Saksi Hidup Terjadinya Tsunami Banten
GEO MAGZ: Stehn (1929)
Ilustrasi/Foto-foto Lawas Kelahiran Gunung Anak Krakatau 1929 Mulai Tumbuh dari Kedalaman Laut 180 Meter 

TRIBUNBATAM.id - Nelayan asal Lampung, Puji (19), menjadi salah satu saksi mata yang melihat detik-detik terjadinya tsunami Banten, Sabtu (22/12/2018).

Saat itu Puji sedang mencari ikan bersama 14 nelayan lainnya yang sempat camping di Gunung Anak Krakatau sebelum tsunami.

Tsunami Banten
Tsunami Banten (Megapolitan kompas)

Dari 15 nelayan, tersisa 4 termasuk Puji yang berhasil menyelamatkan diri dari tsunami dan letusan Gunung Anak Krakatau.

"Ya itu ngga ada tanda-tanda sama sekali kalau mau kejadian Gunung Anak Krakatau mau meletus. Posisi saya lagi di tengah laut, sekitar 700 meter dari Anak Krakatau lagi mencari ikan," kata Puji melansir dari Youtube Lampung TV.

Nelayan selamat dari tsunami Banten, berenang 16 jam dan makan ikan mentah
Nelayan selamat dari tsunami Banten, berenang 16 jam dan makan ikan mentah (Youtube/Lampung TV)

Kala itu Puji dan belasan nelayan lainnya memahami kondisi Gunung Anak Krakatau sedang aktif.

Tetapi, mereka tak mengira kalau Gunung Anak Krakatau akan meletus dahsyat karena situasinya seperti hari biasanya.

Puji pun melihat jelas Gunung Anak Krakatau meletus hingga menimbulkan tsumami.

Baca: Kisah Pilu Aditia, Pesepakbola Cilik Asal Lampung yang Lolos dari Tsunami. Kini Hidup Sebatang Kara

Baca: INFO GEMPA HARI INI - Gempa 4.9 SR Guncang Pulau Sumba, NTT Minggu Jam 11.10 WIB. Berikut Info BMKG

Baca: Gunung Agung Erupsi Minggu Dinihari Selama 3 Menit, PVMBG Nyatakan Status Siaga

Baca: VIRAL DI MEDSOS Video Wanita Dipukul Saat Sedang Shalat. Ini Penjelasan Korban, Pelaku Masih Dicari

"Waktu kejadian itu saya lihat Gunung Anak Krakatau membelah dua. Pas belah dua itu mulai timbulnya tsunami.

Waktu itu yang saya lihat paling jelas meletusnya bukan di bagian atas, tapi di samping. Meletusnya di bagian samping, lahar-lahar mencar semua," ujarnya.

Tsunami terjadi setelah belahan Anak Krakatau jatuh ke laut hingga menimbulkan 3 gelombang tinggi.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved