BATAM TERKINI

Ramai Peminat, Gustian Riau Minta Imigrasi Tambah Kuota Pemohon Paspor di MPP

Kepala Dinas PTSP Kota Batam, Gustian Riau mengungkapkan, pihaknya meminta Imigrasi untuk menambah kuota pemohon paspor yang bisa mengurus di MPP.

Ramai Peminat, Gustian Riau Minta Imigrasi Tambah Kuota Pemohon Paspor di MPP
TRIBUNBATAM.ID/MONA ANDRIANI
Calon Pendaftar terlihat berkumpul di depan mesin input data Kantor Imigrasi, MPP pada Senin (31/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menanggapi ramainya masyarakat mengurus paspor di Mal Pelayanan Publik (MPP), Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Kota Batam, Gustian Riau mengakui akan menambah kuota pemohon paspor yang bisa mengurus di MPP.

Bahkan, Pihaknya sudah membahas dengan Kepala Imigrasi Kepala Imigrasi Kelas I Batam Lucky Agung Binarto.

"Kita sudah bahas kepada pihak Imigrasi untuk menambah kuota di tahun 2019 ini. Yang tadinya 20 kita minta 30," ujar Gustian kepada Tribun, Selasa (1/1/2019)

Ia melanjutkan 2019 ini, MPP sudah membuat sistem integrasi perihal penanganan antrean masyarakat. Begitu diklik, nomor antrean akan keluar secara langsung.

"Kami sudah rancang integrasinya. Begitu diklik nomor antrian keluar sekaligus syaratnya apa dan nomor berapa dia," ujar Gustian.

Baca: Selama 2018, Sudah 400 Unit Tapping Box Terpasang di Batam

Baca: Sukses Selesaikan Masalah Ini, BP Batam Terima Penghargaan dari INI dan Ikatan PPAT Batam

Baca: Kemanakah Balon Setelah Diterbangkan ke Udara? Simak Yuk Jawabannya Disini

Baca: Tak Cuma Kai EXO dan Jennie BLACKPINK, 6 Pasangan Ini Juga Tertangkap Kamera Dispatch. Siapa Saja?

Diakuinya, untuk memudahkan layanan pengurusan paspor kepada masyarakat, imigrasi MPP melalui daftar langsung. Ternyata yang terjadi dilapangan masyarakat Kota Batam tak mengikuti antrean sesuai prosedur.

"Yang dilakukan banyak orang itu antri malam-malam, lalu menunggu di depan gedung. Sehingga nomor itu lah yang menjadi patokan dia untuk pendaftar awal," kata Gustian.

Ia sangat menyesalkan teknis mengatre dari malam hari tersebut. Seharusnya, sewaktu MPP buka pukul 07.30 WIB disitulah mulai mendaftar.

Ironisnya sempat juga ada masyarakat yang cekcok. Namun Gustian mengakui masyarakat yang ribut itu yang sudah mengantre sejak malam harinya.

"Kalau antre dari malam itu tak sah namanya. Saya sudah 2 kali menyelesaikan masalah itu," katanya.

Gustian memaklumi masyarakat ramai mengurus di MPP. Pasalnya di MPP tempatnya jauh lebih nyaman dan tempat parkirnya luas dan mudah. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved