KARIMUN TERKINI

DJBC Kepri Bantah Ada Senpi saat Tegah Rokok di Perairan Bulang Batam. Tiga Bulan Kasus Mengendap

Pelaku dari speedboat diduga hendak menembakkan senpi rakitan tersebut ke arah petugas namun macet

DJBC Kepri Bantah Ada Senpi saat Tegah Rokok di Perairan Bulang Batam. Tiga Bulan Kasus Mengendap
TANKER MV YOSOA
Petugas kapal patroli Kanwil IV Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau menegah kapal tanker MV Yosoa yang diduga mengangkut limbah tanpa dokumen pelindung yang sah. TRIBUN BATAM/ISTIMEWA 

"Okeh, jawaban resmi kami adalah itu tidak ada. Penegahan speedboat ada, rokoknya ada. Tapi yang elo maksud senjatanya yah ngga ada," kata Refli.

Perihal perkembangan kasus tersebut saat ini, Refli mengaku dirinya harus menanyakan lagi ke penyidik.

"Kalau masalah itu (perkembangan kasusnya),, nanya ke penyidik-nya dulu nih, dan mereka libur semua saat ini. 2019 deh ya," ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, Kanwil Khusus DJBC Kepri menegah satu unit speedboat fiber tanpa nama diduga bermuatan rokok dan senjata rakitan jenis FN.

Penegahan dikabarkan dilakukan pada hari Minggu, 14 Oktober 2018 sekitar pukul 04.20 WIB di sekitar perairan Selat Nenek, Pulau Bulang, Batam.

Saat ditegah, petugas dikabarkan menemukan barang bukti berupa rokok sebanyak 40 kardus atau bal, 1 unit senjata rakitan jenis FN dan 34 butir peluru FN dan revolver.

Masih berdasarkan informasi, pelaku dari speedboat diduga hendak menembakkan senpi rakitan tersebut ke arah petugas namun diduga macet.

Pelaku kemudian melarikan diri dengan melompat ke laut dan berenang ke pulau terdekat lalu kabur.

"Dilihat dari kondisi, senjatanya sudah lama tidak dipakai dan rakitan," kata narasumber Tribun Batam di internal Kanwil Khusus DJBC Kepri. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved