Potensi Tsunami Selat Sunda usai Terjadi Retakan Baru Gunung Anak Krakatau

Selat Sunda berpotensi terjadi tsunami susulan usai terjadinya retakan baru di Gunung Anak Krakatau.

Potensi Tsunami Selat Sunda usai Terjadi Retakan Baru Gunung Anak Krakatau
DOK KOMPAS
Gunung Anak Krakatau yang erupsi ternyata sudah sejak lama 

TRIBUNBATAM.id - Selat Sunda berpotensi terjadi tsunami susulan usai terjadinya retakan baru di Gunung Anak Krakatau. 

Retakan baru di Gunung Anak Krakatau bisa menimbulkan longsoran dan berakibat tsunami.

Tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu menerjang pantai Banten dan Lampung.

Masyarakat diimbau untuk waspada terkait adanya potenis tsunami susulan setelah di temukannya retakan baru di Gunung Anak Krakatau (GAK).

Selain hal tersebut Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menemukan pendangkalan dasar laut dan adanya perubahan bentuk morfologi Gunung Anak Krakatau.

 
Hal itu ditemukan setelah KRI Rigel-933 melakukan survei hidro-oseanografi dan investigasi di area longsoran Gunung Anak Krakatau, pascaerupsi dan longsoran yang menyebabkan tsunami di perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) beberapa waktu lalu.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam akun Twitternya @dwiko_rita pun terus mengupdate kondisi cuaca dan sebaran debu vulkanik Gunung Krakatau setiap jam.

Berikut ini fakta terbaru potensi tsunami susulan setelah di temukannya retakan baru di Gunung Anak Krakatau.

1. Gunung Anak Krakatau Menyusut

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved