BATAM TERKINI

Dibangun Tapi Tak Difungsikan, Pasar Becek Sagulung Jadi Tempat Nongkrong dan Merokok Siswa Bolos

Bangunan pasar tersebut cukup sepi karena sejak dibangun tak juga segera difungsikan sebagai pasar sesuai tujuan awal.

Dibangun Tapi Tak Difungsikan, Pasar Becek Sagulung Jadi Tempat Nongkrong dan Merokok Siswa Bolos
TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN
Kondisi Pasar Becek Sei Binti Sagulung yang belum digunakan dan dijadikan tempat nongkrong anak sekolah yang membolos 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bangunan pasar di Kampung Becek, Sei Binti, Sagulung kini banyak dijadikan tempat nongkrong remaja yang cabut saat jam sekolah.

Sebab, bangunan pasar tersebut cukup sepi karena sejak dibangun tak juga segera difungsikan sebagai pasar sesuai tujuan awal.

Bangunan pasar yang berada persis di belakang sekolah SMPN 36 tersebut kini jadi tempat nongkrong anak-anak sekolah yang membolos atau sekedar nongkrong sambil merokok.

Hal tersebut diungkapkan oleh Suarti salah satu pedagang di kios yang mengelilingi pasar tersebut.

"Ini kebetulan baru masuk sekolah, jadi mungkin mereka belum belajar jadi anak sekolah banyak yang membolos," kata Suarti.

Baca: Sempat Terputus, Sejumlah Rumah Sakit Bakal Kembali Dilayani BPJS Kesehatan

Baca: Sebuah Mobil Yaris Terpental dan Terbalik di Tanjungpinang, Begini Kronologisnya

Baca: Selama 2018, Meghan Markle Habiskan Rp 7 Miliar Untuk Belanja Pakaian. Belum Termasuk Baju Pengantin

Baca: Terkait Peleburan BP Batam dan Pemko, Ketua DPRD Batam: Masak Aturan Berubah Tiap Tahun

Baca: Harga Mulai Rp 80 Ribu, Cukup Serahkan Foto, Wajah Bisa Langsung Dilukis

Baca: Sudah Dirazia Tapi Warnet Tetap Bandel Buka Malam Hari, Ini Alasan Mereka

Dia mengatakan selama ini anak-anak sekolah banyak yang nongkrong di bangunan pasar yang tidak kunjung difungsikan tersebut.

"Kalau kita ini kan hanya pedagang, tidak mungkin kita memarahi mereka, kalau kita marahi malah nanti mereka yang lebih marah," kata Suarti.

Dia juga mengatakan, lokasi pasar yang jauh dari pinggir jalan, membuat anak-anak sekolah tersebut nyaman dan terlepas dari pandangan masyarakat.

"Di sini siapa yang melihat mereka, kalau kita gimanalah ya, taulah anak anak sekarang, nanti kalau kita marahin malah kita yang dibuat tidak nyaman," kata Suarti.

Dia juga mengatakan dirinya tidak berani menegur anak anak tersebut.

"Kita berharap pihak terkait seperti tokoh masyarakat bisa memberitahukannya kepada pihak sekolah,"kata Suarti. (ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved