BATAM TERKINI

Mulai 8 Januari Tak Ada Lagi Bagasi Gratis Lion Air, Warga: Masak Penumpang Bawa Baju Harus Bayar

Meski aturan itu baru akan berlaku mulai 8 Januari mendatang, namun bayang-bayang harus membayar biaya lebih saat akan menggunakan jasa maskapai pener

Mulai 8 Januari Tak Ada Lagi Bagasi Gratis Lion Air, Warga: Masak Penumpang Bawa Baju Harus Bayar
ANTARANEWS.COM
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kebijakan Lion Air yang menghapus layanan bagasi cuma-cuma 20 kg untuk penerbangan Lion Air dan 10 kg Wings Air, jadi pembicaraan hangat saat ini.

Meski aturan itu baru akan berlaku mulai 8 Januari mendatang, namun bayang-bayang harus membayar biaya lebih saat akan menggunakan jasa maskapai penerbangan sudah terlihat.

Sartini Tarihoran, seorang warga Batam yang sering menggunakan jasa penerbangan mengatakan, dengan keluarnya kebijakan itu, dinilainya sangat membebani masyarakat. Karena otomatis, biaya perjalanan pasti meningkat.

“Bayangkan kalau misalnya hitung Rp 40 kg per kilo barang. Kalau ada 20 kg, sudah Rp 800 ribu. Angka Rp 800 ribu sangat besar bagi kami. Mungkin bagi Lion Air sedikit. Saya sangat tidak setuju. Ini kebijakan yang memberatkan penumpang,” kata Sartini Tarihoran.

Baca: Selama 2018, 205 Nyawa Melayang Akibat Lakalantas di Kepri. Mayoritas Korban Berusia Produktif

Baca: TIPS - Tiap Bulan Selalu Tekor? Cek Dulu 5 Tips Mengatur Gaji Agar Tak Cepat Ludes

Baca: Beli Tiket Lion Air-Wings Air Sebelum 8 Januari Tetap Dapat Bagasi Gratis? Ini Penjelasan Lion Air

Baca: Cara Hitung Biaya Tambahan Bagasi Kabin Lion Air dan Wings Air. Yang Gratis Hanya 7 Kg

Sartini Tarihoran mengatakan, jika pun opsi lain menggunakan jasa kurir, juga merugikan penumpang.

“Sebab begini, barang bawaan 20 kg itu kan bawaan penumpang. Masa penumpang bawa baju diminta juga ongkosnya,” tambahnya.

Sartini Tarihoran yang pernah menggunakan jasa kurir TIKI Batam – Jakarta, harga juga tidak jauh beda.

TIKI kilat menurutnya, Rp 32 ribu per kg dengan estimasi waktu paling cepat dua hari.

Tiki Regular Rp 29,500 per kg dengan estimasi waktu 7 hari atau lebih. Atau Tiki ekonomi Rp 27.500 per kg dengan estimasi waktu sekitar dua pekan.

“Saya sudah gunakan juga jasa kurir kantor Pos. Beberapa hari lalu saya kirim dari Batam-Jakarta Selatan 5 kg dengan harga Rp 167 500. Artinya per kg sekitar Rp 33 ribu sampainya 4-7 hari. Trus saya pernah pakai juga jasa pos ekspres per kg Rp 36 ribu. Jadi hanya beda-beda tipis saja. Ini sangat memberatkan konsumen menurut saya,” kata wanita salah satu pelaku usaha di Batam mini.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved