Terungkap! Menolak Jadi Wanita Simpanan, Seorang TKW di Singapura Tewas Dibunuh

Menolak dijadikan wanita simpanan, Nurhidayati Wartono Surata (34) diduga dibunuh pria asal Bangladesh, Ahmed Salim (30), di kamar 81, Hotel Golden Dr

Terungkap! Menolak Jadi Wanita Simpanan, Seorang TKW di Singapura Tewas Dibunuh
AsiaOne.com
Ilustrasi/Golden Dragon Hotel, Geylang, Singapore 

Hal itu disampaikan Nurhidayati kepada Warsem lewat telepon pada Minggu pagi.

"Jadi ceritanya, anak saya utang Rp 10 juta sama Salim. Sudah dibayar Rp 5 juta. Waktu ke hotel itu, anak saya janjian ketemuan di sana untuk melunasi sisa utangnya yang masih Rp 5 juta lagi," papar Warsem.

Setelah melunasi utangnya, Nurhidayati mau menegaskan berakhirnya hubungan mereka. Salim diminta tak lagi menemui Nurhidayati.

"Rencananya memang tanggal 15 Januari ini Nurhidayati pulang karena kontrak kerjanya berakhir," ujar Warsem.

Periang, centil

Nurhidayati bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura sejak 2012.

Sudah tiga kali dia ganti majikan. Kata Warsem, semuanya baik-baik saja. Korban adalah anak ketiga dari lima bersaudara.

"Nama Wartono Surata di belakang nama anak saya itu, nama bapak angkatnya. Bukan nama bapak kandung atau bapak sambung (tiri)," ungkap Warsem.

"Dia anak yang periang, centil, dan cerewet. Menyenangkan. Kawan curhatnya ya cuma sama saya. Apalagi setelah dia bercerai. Dia sempat bilang enggak mau buru-buru nikah lagi. Mau membesarkan anak dulu sampai lulus kuliah," kata Warsem.

Muradi membenarkan. "Sama saya hampir enggak pernah telepon. Teman curhatnya ya cuma ibunya. Kalau telepon saya paling nanyain, 'Renovasi rumah sudah jadi belum. Bahan bangunan kurang enggak. Minta ditalangi dulu kalau kurang'," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved