Kronologi Seribu Undangan Nikahan Tak Makan Gegara Katering Tak Diantar Pengelola Wedding Organizer

Uut masih sempat menjalankan tugasnya, yakni menghias mobil pengantin, menata baju, dan persiapan menjelang akad nikah pada Jumat

Kronologi Seribu Undangan Nikahan Tak Makan Gegara Katering Tak Diantar Pengelola Wedding Organizer
FOTO.TRIBUNSUMSEL/KOMPAS
Kasus penipuan Wedding Organizer di Palembang 

Terjadi di Pelambang, Sumatera Selatan, Kasus Penipuan Wedding Organizer

TRIBUNBATAM.id, PALEMBANG - Sejumlah Kasus Wedding organizer (wo) lepas tanggungjawab muncul beberapa waktu terakhir. Pesta yang seharusnya bahagia bagi pasangan pengantin berubah jadi duka.

Tak hanya kejadian di luar negeri, kasus WO kabur terjadi di Indonesia, terakhir di Sumatera Selatan.

Berikut kejadian Kasus Wedding organizer mangkir di Palembang yang dirangkum dari Tribun Sumsel:

1. Tamu Satu Gedung Sukaria Tak Makan Saat Resepsi

Gedung Sukaria Palembang (Google | Bearl Vlack)

Hari bahagia di pesta pernikahan Ang dan FDL yang berlangsung di gedung Sukaria, kawasan IBA Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (6/1/2019) kemarin diselimuti rasa marah dan malu oleh pihak kedua mempelai.

Sebab, wedding organizer (WO) MGD yang dikelola oleh RIY mendadak hilang bak ditelan bumi, hingga tamu undangan yang menghadiri acara pernikahan ANG dan FDL tak makan.

Padahal, seluruh biaya kontrak kerja sama antara ANG dengan WO MGD telah dibayar lunas sebelum acara pesta pernikahan berlangsung.

Dilansir Tribunjogja.com dari Kompas.com sempat menemui ANG, pengantin wanita di kediamannya di kawasan Sako, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (7/1/2019) malam.

ANG menceritakan kronologi kejadian.

ANG mengatakan mengenal RIY yang memiliki nama panggilan Uut dari teman kuliahnya sebelum melangsungkan pernikahan bersama FDL.

Tepat pada 28 Juni 2018 lalu, ANG membayar uang muka Rp 10 juta untuk kontrak kerja sama akad nikah hingga acara resepsi pernikahan korban.

"Saya kenal dari teman kuliah dengan Uut. Menurut teman kuliah saya, dia (Uut) itu sudah lama bisnis WO dan pelanggannya banyak," kata ANG.

Atas dasar tersebut, ANG dan suaminya, FDL, menyepakati WO yang dikelola oleh Uut mengurusi seluruh acara hingga selesai.

Pemilik WO yang Kabur Ternyata Caleg 2019

Kotak antar-antaran pengantin yang masih berada di kediaman ANG korban dari penipuan Wedding Organizer MGD, Senin (7/1/2019). ANG dan suaminya FDL ditinggal kabur oleh Uut yang merupakan pengelola WO MGD saat acara pesta berlangsung hingga menyebabkan tamu undangan tak makan.
Kotak antar-antaran pengantin yang masih berada di kediaman ANG korban dari penipuan Wedding Organizer MGD, Senin (7/1/2019). ANG dan suaminya FDL ditinggal kabur oleh Uut yang merupakan pengelola WO MGD saat acara pesta berlangsung hingga menyebabkan tamu undangan tak makan. (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Kepercayaan kedua pasangan pengantin itu pun bertambah setelah mereka juga mengunjungi rumah orangtua Uut di Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang.

Di sana, pakaian pengantin, hingga seluruh peralatan untuk acara pernikahan memang ada di rumah orangtua Uut.

"Waktu itu tak ada curiga sedikit pun. Jadi kontrak kami tanda tangani hingga akhirnya kami membayar uang muka," ujar korban.

Di dalam perjanjian kontrak tersebut, ANG akan membayar lunas biaya akad hingga resepsi satu pekan setelah acara selesai.

Namun, Uut meminta ANG untuk membayar lunas seluruh biaya kontrak dengan alasan sewa gedung.

Kecurigaan ANG mulai muncul. Ia pun meminta E-KTP milik Uut untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

Setelah uang perjanjian dibayarkan lunas pada 26 Desember 2018 kemarin, Uut masih sempat menjalankan tugasnya, yakni menghias mobil pengantin, menata baju, dan  persiapan menjelang akad nikah pada Jumat (4/1/2019) di rumah ANG.

Namun, saat acara resepsi berlangsung di gedung Sukaria, mendadak Uut hilang tanpa kabar dan meninggalkan acara begitu saja.

Akibatnya,1.000 tamu yang datang di acara pernikahan kedua korban terpaksa tidak menikmati santap siang lantaran catering yang dijanjikan oleh Uut tak kunjung datang.

"Jam 9 pagi, dia itu sempat datang lalu pulang dengan alasan mau ambil gaun pengantin, setelah itu tak datang lagi," ujar korban.

Hingga menjelang siang, pihak keluarga ANG mulai risau.

Seluruh makanan untuk tamu undangan masih kosong di atas meja.

Berulang kali pihak keluarga mencoba menghubungi Uut.

Pelaku pun beralasan jika semua makanan sedang dimasak.

"Bilangnya masih digoreng, terus ditelepon lagi masih di jalan. Setelah itu tak aktif, sampai acara selesai tak juga datang," kenang ANG.

Dengan kondisi malu, pihak MC yang mengisi acara tersebut sempat mengulur waktu hingga pukul 13.00 WIB untuk mencari solusi dengan memesan nasi bungkus.

Namun, tak ada satu pun pihak rumah makan yang sanggup menyiapkan 1.000 porsi dalam waktu 1 jam.

"Karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, terpaksa MC mengumumkan. Maaf ada gangguan teknis sehingga hidangan makan siang tidak ada. Seluruh tamu sudah tahu dan maklum," tambah SL (85), kakek ANG.

Saat ini, pihak keluarga ANG dan FDL pun berencana melaporkan Uut kepada pihak kepolisian lantaran telah menjadi korban penipuan dari WO yang dikelolah Uut.

"Kami sudah siapkan pengacara, sekarang masih konsultasi untuk proses hukumnya," ungkap SL. 

2. Pengelola Gedung Sukaria Sempat Curiga

Pengelola gedung Sukaria IBA tempat berlangsungnya resepsi pernikahan mempelai yang ditipu oleh wedding organizer mengaku sempat curiga dengan RIY.

"Selama saya 13 tahun mengelola gedung ini baru pertama kali mengalami kejadian ini. Jujur saya juga kemarin ikut nangis, sedih lihatnya," kata M Sholeh dikutip 
dari Tribunsumsel.com ( Senin (7/1/2019).

M Sholeh, pengelola gedung sukaria mengatakan sempat mencurigai WO yang menangani acara pernikahan Ang Fad tersebut.

Sholeh menceritakan saat kejadian pada hari Sabtu lalu, RIY sebagai WO datang dan sempat bertemu dengan ia dan keluarga pengantin.

"Ketika itu sekitar pukul 09.00 pagi, si WO ini datang. Terus saya tanya jam berapa kateringnya datang? Lalu ia jawab setengah sepuluh pak. Saya tanya lagi kan kok 
siang banget? Katanya nggak apa kan makannya jam 12 siang," jelasnya.

Keluarga dan pengelola gedung saat itu sempat tenang. Namun setelah ditunggu jam 9.30 katering belum juga datang.

Lalu, Soleh menghubungi keluarga memberitahu katering belum datang.

"Ditelepon lagi katanya di jalan. Yasudah kami tunggu sampai jam 10 belum datang, setengah 11 belum datang. Nah di situlah kembali khawatir. Saya tanya lagi sama keluarga dan saat ditelepon nomor tidak aktif lagi," jelas Sholeh.

Kata Sholeh, ketika mengetahui nomor Ri tak aktif, keluarga dan dirinya juga langsung syok.

Sholeh mengaku saat itu suasana memang sedih. Keluarga bahkan pengantin juga ikut nangis dan tak bisa bilang apa-apa lagi.

"Ya, tamu juga saya lihat prihatin, kasihan dengan pengantinya. Kalau sampai ada yang marah karena tak ada makanan tidak ada. Mereka (tamu undangan) juga mengerti," ungkap dia.

Sholeh mengaku sempat mencurigai karena biasanya WO dimana-mana ada tim. Namun saat itu, tim WO gak ada cuma Ri saja yang datang.

"Saya curiga saat acara kok tim WO nggak ada. Biasanya kan minimal 5 sampai 6 orang. Saya tanya fotografer wedding dia juga baru dibayar 1 juta sama WO nya dan belum lunas," bebernya.

Sholeh mengaku baru ketemu Ri dua kali yakni saat pertama kali pesan gedung sekitar 3 bulan lalu dan saat acara Sabtu kemarin.

Kota Palembang dihebohkan dengan cerita pilu sepasang pengantin yang ditipu wedding organizer (WO).

Saat acara resepsi pemilik WO kabur. Ketering untuk para tamu di resepsi itu tak ada.

Alhasil keluarga mempelai menangis pilu di pelaminan dan meminta maaf pada seluruh tamu undangan. Belakangan diketahui WO itu bernama Mikhayla Decoration milik seorang calon legislatif bernama RI.

Pelaku kabarnya sudah kabur dan tak bisa ditemui lagi. Tribunsumsel.com melacak orang tersebut.

Dari situs resmi KPU Kota Palembang, RI memang masuk sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) anggota dewan perwakilan rakyat Daerah Kota Palembang Dapil 1.

RI berada pada nomor urut 8 dari 10 calon. Tribunsumsel.com sedang berusaha mendapatkan klarifikasi dari partai dan KPU Kota Palembang. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Seribu Tamu Undangan Resepsi Pernikahan di Palembang Tak Makan, WO Ngacir Katering Tak Datang
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved