Dua Tersangka Mega Proyek Pelabuhan Internasional Dompak Diserahkan ke Kejari Tanjungpinang

Polres Tanjungpinang menyerahkan 2 tersangka korupsi mega proyek pelabuhan internasional Dompak ke kejaksaan negeri Tanjung Pinang.

Dua Tersangka Mega Proyek Pelabuhan Internasional Dompak Diserahkan ke Kejari Tanjungpinang
EDUNEWS/SERAMBINEWS
Ilustrasi Korupsi 

TRIBUNBATAM.id. TANJUNGPINANG - Polres Tanjungpinang menyerahkan 2 tersangka Hariadi dan Berton ke kejaksaan negeri Tanjung Pinang.

Keduanya adalah terduga tersangka korupsi mega proyek pelabuhan internasional Dompak.

Hari ini Kamis (10/1) Polres Tanjungpinang melaksanakan tahap 2 penyerahan berkas penyidikan dan barang bukti serta para tersangka.

Sampai saat ini pantauan Tribun Batam proses penyerahan tersangka masih dalam tahap pemeriksaan oleh Kejaksaan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali mengatakan mulai hari ini Kasus tersebut sudah menjadi wewenang Kejaksaan Negeri Tanjungpingpinang untuk dilakukan penuntutan. Ditanya soal hasil audit keuangan negara yang dirugikan, kasat menyampaikan Rp 5,024 miliar.

"Hasil audit Rp 5,024 miliar kerugian negara. Modusnya Hariadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyerahkan sepenuhnya Proyek kepada Berton (rekanan kontraktor) tanpa dilakukan Kroscek. Jadi memang sudah ada kerjasama," kata Kasat Reskrim polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali.

Baca: RESEP MINUMAN - Jus Terong Belanda, Makin Segar Dicampur Sirsak dan Jeruk Medan

Baca: 3 Hektar Lahan di Trikora Terbakar. UPTD Damkar Toapaya Tegaskan Hal Ini

Baca: Butuh Beberapa Jam Perbaikan, Listrik di Natuna Pascakebakaran Normal Lagi

Sesuai tupoksinya, Hariadi kata kasat tidak menjalankan kewajibannya sebagai PPK. Sehingga dalam pelaksanaan proyek anggaran tahun 2015 ini, anggaran yang telah diturunkan penuh 100 hanya digunakan 50 persen saja.

"Anggaran yang dibelanjakan dari pagu anggaran 10 miliar tahun 2015 hanya setengahnya saja. Yang dilaporkan sudah dibelanjakan semuanya. Jadi kerugiannya 5 miliar lebih," katanya lagi.

Sementara kerugian negara yang timbul akibat kegiatan tersebut tersangka Haryadi telah mengembalikan kerugian negara senilai 1 miliar di antaranya uang 250 juta dan 1 ruko ditaksir 800 juta. Termasuk uang kerugian negara juga telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. (wfa).

Penulis:
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved