Polres Tanjungpinang Periksa Warga yang Menghadang Komisioner Bawaslu

Komisioner Bawaslu Kepri, Said Abdullah Dahlawi misalnya, mengecam bentuk tindakan yang bersifat intimidatif tersebut.

Polres Tanjungpinang Periksa Warga yang Menghadang Komisioner Bawaslu
logo bawaslu Ri 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGINANG - Insiden penghadangan dan pengancaman komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang Maryamah saat menjalankan tugasnya pada Rabu (9/1/2019) lalu langsung menuai reaksi.

Komisioner Bawaslu Kepri, Said Abdullah Dahlawi misalnya, mengecam bentuk tindakan yang bersifat intimidatif tersebut.

"Kami mendesak Kapolres Tanjungpinang untuk segera memproses laporan yang telah disampaikan kepada polres Kota Tanjungpinang secara profesional," kata Said kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (10/1/2019) pagi.

Said juga mendesak Gubernur Kepri, para Bupati/Wali Kota, dan seluruh unsur FORKOMINDA untuk mengambil langkah nyata guna memberikan jaminan keamanan, suasana yang kondusif serta perlindungan hukum.

Tujuannya adalah agar seluruh penyelenggara Pemilu di daerah Kepri ini baik itu Jajaran KPU, Bawaslu sampai dengan tingkatan terbawah dapat melaksanakan tugas penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 dengan suasana yang kondusif, tenang dan diliputi rasa aman.

Selain itu dia juga mengimbau kepada seluruh Peserta Pemilu untuk bersama-sama memastikan keamanan, kedamaian serta stabilitas penyelenggaraan Pemilu 2019.

Baca: #TolakLopicic Sempat Trending, Muncul Petisi Tolak Srdan Lopicic di Persib. Sudah Diteken 3000 Lebih

Baca: Satpolairud Polres Bintan Bagikan Life Jacket Kepada Nelayan Tradisional

Baca: Berbobot 160 Kg, Ikan Arapaima Peliharaan Hutan Wisata Mata Kucing Mati

"Kami berharap agar kasus ini tidak terulang lagi di manapun dan kapanpun terhadap penyelenggara Pemilu yang sedang melaksanakan tugas demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019," tegas komisioner Bawaslu Kepri tersebut.

Sementara itu Polres Tanjungpinang memeriksa sejumlah warga yang terlibat dalam penghadangan anggota Bawaslu yang akan mendatangi warga Dompak.

Saat ini sejumlah warga berada di dalam ruang Reskrim untuk menjalani pemeriksaan.

Tentunya untuk mengetahui modus yang dilakukan oleh para warga tersebut melarang Bawaslu memasuki RT 4 RW 3 jalan Batu Naga, kelurahan Sein Jari Dompak Bukit Bestari.

"Iya warga saya yang diperiksa. Saya juga sebagai RT. Gak tau saya soal penghadangan itu," kata Ketua RW 3, Udin saat dikonfirmasi di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (10/1/2018).

Menurutnya ada lima orang yang dipanggil dan diperiksa. Kasus ini merupakan buntut dari penghadangan anggota Bawaslu Tanjungpingpinang saat mendatangi rumah warga. (Thom/wfa).

Penulis:
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved