Sejarah Gunung Agung Meletus Pertama Kali Tahun 1808, Paling Dahsyat pada 1963

Dari catatan sejarah, Gunung Agung di Bali meletus pertama kali pada 1808. Pada Kamis (10/1/2019) malam, Gunung Agung kembali erupsi.

Sejarah Gunung Agung Meletus Pertama Kali Tahun 1808, Paling Dahsyat pada 1963
(Arsip Kompas)
Gunung Agung saat meletus, dilihat dari arah Pura Besakih, di lereng selatan. Persis pada letusan Gunung Agung tahun 1963 itu, masyarakat setempat merayakan upacara Eka Dasa Rudra. 

Letusan freatik juga terjadi pada sekitar gunung tersebut. Sampai akhirnya semburan abu vulkanik sampai 7,5 kilometer ke arah utara-timur laut, tenggara, dan selatan-barat daya.

Pada 2 Juli 2018, Gunung Agung kembali mengeluarkan tumpahan magmanya. Letusan tercatat sampai 3 kali dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak kawah.

Letusan ini disertai lontaran lava pijar sejauh 2 km yang menyebabkan kebakaran di sekitar puncak dan lereng gunung.

Menurut rekaman seismograf di pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, pada erupsi pertama, gempa letusan berlangsung 3 menit 47 detik dengan amplitudo maksimum 18 mm.

Kolom abu teramati setinggi 1.000 m dan 700 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diminta waspada terhadap potensi bahaya dari aliran lahar.

Pada Kamis (10/1/2019) malam, Gunung Agung kembali erupsi. Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meletus Pertama pada 1808, Ini Catatan Letusan Gunung Agung", https://regional.kompas.com/read/2018/07/03/16410061/meletus-pertama-pada-1808-ini-catatan-letusan-gunung-agung.
Penulis : Aswab Nanda Pratama
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved