8 Fakta Buaya Peliharaan WN Jepang Terkam Wanita: Diduga Deasy Sudah 2 Hari Jadi Santapan Merry

Kondisi korban sangat mengenaskan saat ditemukan karena isi perut, dada hingga tangan kanan korban sudah dicabik buaya berusia 30 tahun bernama Merry

8 Fakta Buaya Peliharaan WN Jepang Terkam Wanita: Diduga Deasy Sudah 2 Hari Jadi Santapan Merry
Tribun Manado
Deasy (saat masih hidup) dan buaya bernama Merry yang menyantap tubuhnya 

"Buaya itu setiap hari diberi makan ikan tuna, ayam bahkan daging babi," katanya.

5. Nama Buaya Sama dengan Pawang

Merry Supit (36) terkejut mendengar kabar kematian Deysi Tuwo (44) yang diterkam buaya milik pemimpin perusahaan pembibitan mutiara itu.

Selama 18 tahun, Merry Supit pernah bekerja di tempat itu dan mengundurkan diri pada 2005 silam.

Merry, buaya 4 meter yang menerkam Deasy

"Saat itu buaya yang juga diberi nama seperti nama saya ini, masih berukuran sama seperti kayu ini," kata Merry sembari menunjuk batang pohon berukuran panjang 1,50 meter yang tergeletak di sampingnya.

Buaya yang menerkam Deasy itu bernama Merry, sama dengan namanya.

Beberapa waktu lalu buaya itu ingin diserahkan ke penangkaran namun mereka menolak karena tak punya kandang sebesar milik perusahaan itu.

6. Kondisi Jasad Korban

Maikel Mokodompit, pemandi jenasah di RSUP Kandou mengaku kaget saat mengetahui jasad Deasy Tuwo yang dimandikannya merupakan korban yang diterkam buaya.

Selama delapan tahun menjadi personel di unit pemulasaran jenazah RSUP Kandou Malalayang, baru kali ini ia memandikan jenazah korban buaya.

Menurut Maikel, ada tiga orang yang memandikan jasad tersebut.

Menurut Maikel, saat itu bagian tubun korban sudah habis, tersisa kepala dan dua kaki. Tangan pun sudah raib.

"Kemungkinan buaya menerjangnya dari pinggir. Mungkin juga karena masih kenyang, makanya tak makan sampai habis," ujarnya.

7. BKSDA Sulut Sulit Evakuasi Merry

Tim penyelamat dari BKSDA Sulut langsung menurunkan tim ke lokasi buaya menerkam seorang wanita di Tombariri, Minahasa

Namun karena keterbatasan personel, buaya tersebut belum bisa dievakuasi.

Rencananya buaya tersebut akan dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki di Bitung.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PPS Tasikoki Bitung, rencananya akan dievakuasi ke sana. Tim rescue sudah turun tadi, tapi belum bisa evakuasi karena keterbatasan," ujarnya.

8. Warga Ramai Datangi Lokasi

Kasus kematian Deasy diterkam buaya langsung menjadi perhatian warga sehingga perusahaan itu langsung ramai.

Menurut warga setempat, Deysi yang merupakan warga Desa Suluun Tumpaan Minahasa Selatan, diterkam saat memberi makan buaya.

"Pada Rabu (09/01/2019), kami masih melihatnya masuk ke tempat itu," ujarnya.

Hingga saat ini, buaya sepanjang empat meter yang tampak sangat gemuk itu masih berada di kandangnya.

Sejumlah warga tampak antusias mengamati pergerakan buaya itu. Bahkan, ada yang melemparinya batu sehingga buaya itu meronta dan membuka mulut.

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul 9 Fakta Kasus Buaya Terkam Deasy Tuwo di Ranowangko: Kronologi, Kondisi Jasad hingga Milik WN Jepang, http://manado.tribunnews.com/2019/01/11/9-fakta-kasus-buaya-terkam-deasy-tuwo-di-ranowangko-kronologi-kondisi-jasad-hingga-milik-wn-jepang?page=all

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved