Pemko Batam Masih Butuh Banyak Tenaga Guru, Tenaga Medis dan Tenaga Teknik

Pemerintah Kota Batam belum menentukan berapa kebutuhan rekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Batam.

Pemko Batam Masih Butuh Banyak Tenaga Guru, Tenaga Medis dan Tenaga Teknik
situs sscn.bkn.go.id
ilustrasi CPNS 2018 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota Batam belum menentukan berapa kebutuhan rekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Batam. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, M Sahir mengatakan, hal itu nantinya tergantung dari analisa jabatan.

"Dari analisa jabatan itu nanti ketahuan kebutuhannya berapa, kemudian kita ajukan," kata Sahir, baru-baru ini di Batam Center.

Dikatakan pada 2018 lalu, Pemko Batam mengajukan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih kurang sebanyak 2.200 orang. Dari angka itu sebanyak 363 diantaranya diakomodir lewat seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan didapat hasil sebanyak 353 orang.

"Selisih dari 353 ini, bisa saja jadi peluang di PPPK. Dari selisih ini, jelas kita banyak kekurangan," ujarnya.

Adapun rekrutan PPPK, lanjut Sahir, akan berlaku persyaratan untuk umum. Tidak ada istilahnya khusus untuk honorer di lingkungan Pemko Batam saja.

"Jumlahnya berapa, tetap ditentukan pusat. Misal dikasih 1.000, Alhamdulillah," kata Sahir.

Baca: Terkait Bagasi Berbayar, Lion Air Grup Akan Terapkan 16 Januari Mendatang

Baca: Persib Bandung Sebut Lopicic Belum Resmi Direkrut, Top Skorer Liga 1 Dikabarkan Akan Merapat

Baca: Kemenag Batam Gelar Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama, Begini Kemeriahannya

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengatakan, kebutuhan ASN di Pemko Batam saat ini paling banyak untuk tenaga guru. Itu seiring dengan penambahan sekolah yang ada di Batam.

"Mulai periode pak wali menjabat wali kota sampai 2021 sudah dirumuskan kebutuhan ASN kita sebanyak 5.000. Tapi kemarin 2018 lalu diusulkan 2.000, formasi yang keluar 363, diterima 353. Artinya kebutuhan guru kita masih banyak," ujar Jefridin.

Selain guru, tenaga medis juga diperlukan dalam jumlah banyak. Seiring dengan penambahan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Begitu juga tenaga teknik, lantaran banyak PNS yang pensiun di bidang itu.

"Sampai kapan kebutuhan ASN kita terpenuhi, itu tergantung pusat. Kalau lewat PPPK kan ada mekanismenya. Kita akan ikuti proses itu, tapi belum sampai ke sana saat ini," katanya

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved