BATAM TERKINI

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Kerugian Negara dari Penyeludupan, BC Tangkap MV Yosoa Bawa Minyak Mentah

"Dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp 102 miliar dan total kerugian negara atas ini adalah sekitar Rp 64 miliar, " jelas Sri Mulyani, Selasa (15/1

Menkeu Sri Mulyani Ungkap Kerugian Negara dari Penyeludupan, BC Tangkap MV Yosoa Bawa Minyak Mentah
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Menkeu Sri Mulyanai bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kapolri Panglima TNI, Jaksa Agung Menteri Perhubungan dan Ketua KPK RI Agus Raharjo, Gubernur Kepridan beberapa pejabat lainnya saat menggelar konferensi pers di atas kapal Yosoa di Dermaga Batu Ampar, Selasa (15/1/2019) 

Bawa 1500 Kilo Liter Minyak Mentah Tanpa Prosedural, BC Amankan MV Yosoa

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bea dan Cukai (BC) selamatkan uang negara dari ditangkapnya kapal tanker MV Yosoa membawa minyak secara ilegal dari Kalimantan tujuan OPL.

Kapal tersebut ditangkap pada 14 November 2018 sekitar pukul 15.00 WIB di sekitar perairan Tanjung Berakit, Tanjungpinang.

Kapal tersebut diduga mengangkut 1500 kilo liter minyak mentah secara ilegal dan memalsukan manifest barang bawaan. Dalam manifestnya disebutkan mengangkut limbah.

Selain itu, BC juga menggagalkan penyeludupan rokok, minuman keras, kayu, kain, tas, pakaian bekas, alat elektronik dan baby lobster.

Sri Mulyani menjelaskan, MV Yosoa yang menjadi tempat konferensi pers berlangsung, merupakan barang bukti (BB) yang ditangkap Bea dan Cukai beberapa waktu lalu.

Modus MV Yosoa Selundupkan Minyak, Manifes Ditulis Limbah. Ditangkap BC Kepri

Muatan Tidak Sesuai Manifest, MV Yosoa Angkut Minyak Mentah. BC Kirim SPDP ke Kejati Kepri

Cegah Lakalantas Kaum Milenial, Ditlantas Polda Kepri Gelorakan Millenial Road Safety Festival

Polri Buka Pendaftaran Sekolah Polisi Bagi Lulusan Diploma dan Sarjana? Cek Syarat dan Cara Daftar

Kapal Yosoa itu, ditangkap kerena membawa sebanyak 1500 kilo liter Minyak mentah tanpa prosedural. Selain hasil tangkapan itu, Sri Mulyani juga memaparkan, rokok, minuman keras, kayu, kain, tas, pakaian bekas, alat elektronik dan baby lobster.

"Dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp 102 miliar dan total kerugian negara atas ini adalah sekitar Rp 64 miliar, " jelas Sri Mulyani, Selasa (15/1/2019) sore.

Dalam konfrensi pers itu juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua KPK RI Agus Raharjo, Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan beberapa pejabat lainnya, menggelar konferensi persi di atas kapal Yosoa di Dermaga Batu Ampar,

Selanjutnya, untuk penindakan Bea Cukai di pesisir timur yang baru-baru ini 1 unit mobil sport merek Ferrari, minuman keras dari berbagai merek 23 110 botol. Kesemuanya ditangkap di sekitar perairan Palembang, Sumatra Selatan.

Nilai barang seluruhnya sekitar Rp 14,6 miliar. Meski nilainya hanya Rp 14,6 miliar namun kerugian negara atas dampak ini mencapi Rp 25,7 miliar.

"Penindakan yang dilakukan 2018 sebanyak 53 penindakan," tambahnya.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved