VIDEO - 3 Fakta Tentang Merry, Buaya Pembunuh Deasy Tuwo di Manado. Harus Jebol Pagar saat Evakuasi

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut) harus menyita buaya yang diberi nama Merry itu karena kepemilikannya tidak berizin

3 Fakta Tentang Merry, Buaya Pembunuh Deasy Tuwo di Manado. Harus Jebol Pagar saat Evakuasi

TRIBUNBATAM.id - Buaya yang menewaskan Deasy Tuwo (44) pada Jumat (11/1/2019) silam akhirnya dievakuasi oleh Pusat Penyelamatan Satwa (PPS).

Evakuasi dilakukan di lokasi perusahaan budidaya mutiara di Desa Ranowangko, Kecamatan Tanawangko, Minahasa, Senin (14/1/2019).

//

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Sulawesi Utara ( BKSDA Sulut) harus menyita buaya yang diberi nama Merry itu karena kepemilikannya tidak berizin.

"Buaya ini dievakuasi karena jangan sampai membahayakan lagi orang lain," kata Sekretaris BKSDA Sulawesi Utara Hendrik Rundengan dilansir dari Kompas.com.

Baca: 7 Berita Terkait Pesawat Tempur F16 TNI AU Paksa Ethiopian Airlines Turun di Hang Nadim Batam

Baca: Mulai 2019, Gaji Perangkat Desa Setara Gaji PNS Golongan IIA. Simak Daftar Gaji PNS Sesuai Golongan

Baca: Bantu Selundupkan Barang Mewah, Pegawai Bea Cukai Ini Minta Imbalan Berhubungan Intim

Baca: INFO BMKG - Kondisi Gelombang Masih Aman Untuk Pelayaran, Simak Prakiraan Cuaca di Kepri Hari Ini

Baca: VIRAL. Seekor Burung Jalak Jadi Penumpang Gelap Singapore Airlines dari Bandara Changi ke London

Berikut ini rangkuman fakta terbaru buaya yang memakan korban yang telah dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber pada Senin (14/1/2019).

1. Butuh 20 Orang dalam Proses Evakuasi

Buaya bernama Merry ini dibius lewat kepala agar kondisinya melemah dan memudahkan evakuasi.

Mengutip dari TribunManado.co.id, dibutuhkan waktu berjam-jam untuk mengangkan buaya betina ini.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved