Tanjungpinang Terkini

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang Dihadang dan Diancam. Begini Sekarang Nasib Penghadang

Polres Tanjungpinang menetapkan satu orang sebagai tersangka pengancaman rombongan komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang Dihadang dan Diancam. Begini Sekarang Nasib Penghadang
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Maryamah Komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang saat membuat laporan di Polres Tanjungpinang, Kamis (10/1/2019) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Polres Tanjungpinang menetapkan satu orang sebagai tersangka pengancaman rombongan komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang, (16/1/2019).

"Kita menerima laporan dari anggota Bawaslu. Kita lalu periksa saksi-saksi. Kita ambil kesimpulan melalui gelar perkara. Satu orang warga ditetapkan jadi tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali di Mapolres Tanjungpinang.

Efendri mengatakan, tersangka berinisial E seorang laki-laki. Untuk motif, tersangka tidak senang ketika rombongan Bawaslu datang ke kampung mereka.

"Jadi mereka merasa resah karena Bawaslu ini sudah 5 kali datang ke situ tanpa koordinasi. Alasan mereka seperti itu," ujar Efendri.

Efendri menjelaskan, tersangka sempat menghadang dan mengeluarkan kata ancaman. Tindakan yang dilakukan oleh murni adalah pribadi. Apakah ada perintah atau suruhan dari salah satu caleg untuk menghalang-halangi, Kasat Reskrim mengaku masih mendalami.

"Kita masih dalami Apakah ada yang menyuruhnya," kata Efendri.

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Laporkan Warga ke Polisi Terkait Penghadangan dan Ancaman

Polres Tanjungpinang Periksa Warga yang Menghadang Komisioner Bawaslu

Komisioner Bawaslu Tanjungpinang Dihadang Warga, Ini Penyebabnya

Alat bukti dalam melakukan penetapan tersangka diantaranya rekaman dari dalam ponsel yang dilakukan oleh komisioner Bawaslu dan motor yang digunakan oleh tersangka.

Saat ini tersangka sendiri tidak dilakukan penahanan lantaran ancaman yang dikenakan hanya 1 tahun 4 bulan kurungan penjara dengan pasal pengancaman.

Kasat Reskrim menduga, kemungkinan besar tersangka sudah merencanakan perbuatannya. Lalu melakukan penghadangan saat melihat rombongan Bawaslu.

Kasat Reskrim membenarkan jika tujuan Bawaslu datang untuk melakukan pemeriksaan saksi atas dugaan money politik.

"Saya rasa Bawaslu tidak akan datang ke sana lagi karena waktu klarifikasi dalam pemeriksaan dugaan money politik itu sudah habis yakni 7 x 24 jam x 2 (14 hari kerja)," ujarnya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved