TKI Asal Siantar Terancam Hukuman mati di Malaysia - Minta Upah, Malah Istrinya Dituduh Selingkuh

Risna baik-baik saja, namun Risna kerap bertanya sama Mami. Mami, Mami, kapan Bapak pulang. Suami saya langsung menangis, 'anakku Risna'

TKI Asal Siantar Terancam Hukuman mati di Malaysia - Minta Upah, Malah Istrinya Dituduh Selingkuh
dok. Tribun Medan
Jonathan Sihotang, TKI asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang tercancam hukuman mati di Malaysia 

Asnawati memastikan keluarga sehat, memberikan dukungan dan doa untuk Jonathan agar bisa melewati masa-masa sulit.

"Saat dia tanyakan keadaan Mamak di Siantar, saya jawab sehat tapi Inang (mertua perempuan) kerap sedih dan menangis, lalu suami pun ikut menangis," tutur Asnawati.

Asnawati kepada Jonathan menyebut, putri mereka, Risna sering bertanya kapan bapaknya pulang. Saat diceritakan begitu, Jonathan pun menangis.

"Risna baik-baik saja, namun Risna kerap bertanya sama Mami. Mami, Mami, kapan Bapak pulang. Suami saya langsung menangis dan berkata, anakku Risna," sambung Asnawati.

Sedangkan si bungsu, Jonas saat ini sedang belajar jalan. Jonathan juga menangis saat Asnawati menuturkan putra mereka itu sudah mulai bisa berjalan sendiri.

Saking rindunya, Jonathan kepada Asnawati berpesan agar membawa foto anak-anaknya di telepon seluler saat berkunjung kembali.

"Saya jawab ya. Sebenarnya banyak foto anak-anak dalam HP tapi saat pengunjungan tidak dibenarkan membawa HP ke dalam," katanya.

Cincin pernikahan

Sebelum Jonathan kembali ke selnya, dia sempat bertanya, di mana cincin pernikahan mereka.

Asnawati menunjukkan di jarinya dan cincin milik Jonathan di dompet. Dia berpesan agar keduanya disatukan dalam kalung milik Asnawati.

"Suami minta cincin nikah suami disatukan ke kalung saya dan saya buat sesuai permintaan suami," katanya.

Asnawati menyebut, sembari berurai air mata, dia meminta suaminya banyak berdoa, jika boleh berpuasa, minta ampun kepada Tuhan.

Apalagi saat ini kasus Jonathan sudah diketahui luas dan mendapat doa dan dukungan di Indonesia. Pemerintah Indonesia pun sudah menyediakan pengacara untuk membantu.

"Tolong jangan tunjukkan keras dan egoisnya Daddy dalam situasi ini, karena semua ini juga kesalahan dan cobalah tunjukkan rasa bersalah Daddy dan jika perlu ungkapkan pada keluarga korban rasa penyesalan dan minta maaf Daddy pada mereka jika keluarga korban ada di sana," ujar Asnawati saat berpesan pada Jonathan.

Diketahui, Jonathan Sihotang (31), seorang TKI asal Pematangsiantar terancam hukuman mati di Malaysia, karena dituduh membunuh majikannya pada 19 Desember 2018.

Parluhutan Banjarnahor dari LBH Pematangsiantar menyebutkan, kasus yang menjerat pria warga Jalan Damar Laut, Pematangsiantar, itu bermula dari kecewa dan sakit hati terhadap majikannya di pabrik pengawetan daging olahan.

Jonathan sudah menjalani sidang perdana di Mahkamah Majistret pada 31 Desember 2018. Agenda sidang, jaksa penuntut membacakan dakwaan di hadapan hakim dan persidangan akan dilanjutkan pada 1 Februari 2019.

Selain membunuh majikan perempuannya, Jonathan juga didakwa menciderai dua anak laki-laki di Tasek Gelugor, Malaysia.

"Dugaan pembunuhan tersebut terjadi pada 19 Desember 2018. Dalam persidangan, Jonathan dituntut hukuman mati. Jonathan saat ini ditahan di Penjara Pulau Pinang, Georgetown," ungkap Parluhutan. (Tigor Munthe)

Menurut Asnawati, di KJRI dia bertemu dengan bagian-bagian yang membantu menangani kasus suaminya. Pihak KJRI menginginkan ada kerja sama ant

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Istri TKI Asal Siantar Saat Bertemu Suaminya di Penjara Malaysia"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved