BATAM TERKINI

Mobil Ditahan Kena Razia, Tapi Dipakai Oknum Dishub Tanpa Izin Pemilik. Taksi Online Bakal Demo

Pemilik taksi online yang ada di Batam berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Ini pemicunya!

Mobil Ditahan Kena Razia, Tapi Dipakai Oknum Dishub Tanpa Izin Pemilik. Taksi Online Bakal Demo
TRIBUNBATAM.ID
Ilustrasi suasana razia taksi online di Batam 

Tak Terima Mobil yang Ditahan karena Razia Dipakai Oknum Petugas Dishub, Pemilik Taksi Online Berencana Menggelar Demo

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemilik taksi online yang ada di Batam berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Hal tersebut dikarenakan ulah oknum pegawai Dishub yang menggunakan mobil taksi online untuk kepentingan pribadi yang diamankan oleh pemilik taksi online, Kamis (17/1/2019) di daerah Batam Centre.

Informasi yang dikembangkan Tribun Batam, Jumat (18/1/2019) dari Ober Marbun, pemilik salah satu taksi online mengatakan para pemilik online ingin melaksanakan unjuk rasa untuk meminta kejelasan dan pertanggung jawaban dari Dishub mengenai mobil yang di tahan.

"Kita ini cari makan, mobil yang kita gunakan sebagai taksi online bukan tidak jelas, kita bayar pajak, intinya kita cari makan,"kata Ober.

Dia juga mengatakan mereka menuruti aturan dari pemerintah, kalau terjadi masalah di jalan ya g membuat mobil mereka di tilang dan di tahan di Dishub mereka turuti.

"Katanya mobil harus ditahan sampai proses sidang, kita turuti, tetapi yang kita sesalkan kenapa mobil yang ditahan di Dishub bisa digunakan tanpa ada izin dari pemiliknya,"kata Ober.

INFO BMKG - Batam Masih Berpotensi Hujan, BMKG Minta Warga Waspadai Angin Kencang

BREAKINGNEWS. Sebuah Ruko di Tanjungpinang Terbakar, Petugas Damkar Berjibaku Saat Hujan Deras

Bocah Tewas Terseret Banjir di Tanjungpinang, Tiba di RSUD Sang Ibu Menangis Lihat Jenazah Anaknya

VIRAL DI MEDSOS - Video Detik-detik Prabowo Berjoget saat Debat Capres Lalu Punggungnya Dipijat

LOKER BATAM HARI INI - Jangan Ketinggalan, Simak Info Lowongan Kerja. Dibutuhkan Sales Hingga Guru

FOLLOW JUGA :

Lanjut Ober siapa yang tidak kesal dimana mobil sudah ditahan, pemiliknya tidak bisa bekerja, ternyata fakta di lapangan mobil yang seharusnya di tahan malah digunakan.

"Ini sebenarnya ada apa, ini yang perlu kita tanyakan," kata Ober.

Ober mengatakan di group Online Batam rencananya akan melakukan Aksi unjuk rasa hari ini.

"Kita tinggal tunggu arahan, semua kita di lapangan kalau disuruh aksi kita akan merapat,"kata Ober.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rustam Efendy menegaskan, oknum pegawai Dishub atas nama Okta Priansyah yang membawa mobil taksi online yang ditahan merupakan tindakan pencurian.

"Itu pencurian, karena kita tidak tahu dia (Okta Priansyah_red) mengambil kunci mobil tersebut, dan kejadian itu juga di luar jam kerja," kata Rustam Efendy, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan Okta Priansyah merupakan pegawai honorer dan selama ini bertugas sebagai supir mobil derek Dishub kota Batam.

"Jadi mengenai pegawai itu kita akan tindak tegas, sanksinya dikeluarkan," kata Rustam.

Dia mengatakan tidak akan memberikan keringanan kepada pegawai tersebut.

"Saya sudah panggil semua mulai dari Kepala Seksi dan kepala bidangnya bahwa hal itu tidak diketahui pimpinannya langsung, berarti dalam hal ini pegawai tersebut sudah melakukan pelanggaran berat," kata Rustam.

Dia juga menjelaskan pegawai tersebut akan dikeluarkan dari Dishub Batam.

"Statusnya masih honorer jadi tidak sudah untuk melakukan pemecatan terhadap pegawai tersebut, di samping itu sebagai pelajaran juga untuk pegawai lainnya," kata Rustam.

Kena Tilang dan Mobil Ditahan

Sebelumnya diberitakan, puluhan sopir taksi menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, Jumat (18/1/2019) yang menuntut kejelasan terkait mobil milik taksi online yang ditahan petugas dan ditahan di kantor Dishub Batam.

Menurut Romi, adik pemilik mobil Agya BP 1435 ME yang ditahan Dishub Batam karena dinilai melanggar aturan tersebut bermula saat Saputra, pemilik mobil, yang juga sopir taksi online sedang mencari penumpang di area kawasan mal di Batam (Nagoya Hill), Minggu (13/1/2019).

Saat kejadian, mobil tersebut sudah berada di dalam mal.

Namun, karena dianggap melanggar ketentuan terkait transportasi online, mobil tersebut ditilang.

Surat-surat kelengkapan mobil ditilang polisi, sedangkan mobil dititipkan di kantor Dishub.

"Kalau mau keluar, sidang dulu," ungkap Romi.

Ahok Menikah 15 Februari 2019 kata Prasetio Edi. Sempat Diisukan dengan Bripda Puput Nastiti

Menjelang Bebas 24 Januari 2019, Ahok Ungkap 6 Permintaan Ini dari Balik Penjara Mako Brimob

773 Juta Akun E-Mail dan 21 Juta Password Bocor, Begini Cara Cek Apakah Akun Anda Ikut Bocor

Dua Kali Dikabarkan Meninggal Dunia, Ustaz Arifin Ilham Justru Bagikan Kabar Sedang Berbahagia

Dalam masa menunggu itu, ada laporan jika mobil yang dititipkan ke Dishub dipakai dan berkeliaran di jalan.

"Cuma kami kan belum ada bukti saat itu. Kami pantau-pantau terus beberapa hari, ternyata benar," ujarnya.

Kamis (17/1/2019) malam, mobil tersebut terlihat di depan Hotel Ibis oleh seorang rekan pemilik mobil.

Lantas dilakukan pengejaran untuk mengecek kebenarannya. Romi juga mengaku ikut mengejar.

"Sampai di daerah Nagoya, depan Cafe Babe itu ketemu lagi. Terlihatlah yang pakai mobil pakai seragam Dishub," kata Romi.

Mereka berusaha menghentikan laju mobil yang dikendarai pegawai tersebut, namun mobil tersebut berhasil kabur.

"Di daerah depan Polres sudah tak terkejar lagi. Kami tak tahu di lampu merah mobil itu belok ke mana," ujarnya.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu di depan Kantor Dishub, dan memberitahukan kepada rekan-rekan sopir taksi online yang lain, agar berkumpul di kantor Dishub.

Jumat (18/1/2019) pagi, mereka mempertanyakan perihal penggunaan mobil tersebut kepada pihak Dishub, dan didapat jawaban, penggunaannya atas inisiatif pribadi pegawai yang bersangkutan.

"Sekarang mobil sudah ada di depan kantor Dishub. Kunci mobil dengan anak saya," kata Erizal, orangtua pemilik mobil.

Sebelumnya diberitakan, puluhan pengemudi taksi online menggelar unjuk rasa di kantor Dinas Perhubungan Batam untuk mempertanyakan aturan mengenai mobil yang ditahan oleh Dinas tersebut.

"Kedatangan kita untuk mempertanyakan seperti apa sebetulnya aturannya jika mobil di tahan,"kata ketua persatuan Taxi Online Batam, Edi Gunawan.

Dia mengatakan selama ini sudah banyak isu yang mereka dapatkan bahwa mobil yang ditahan Dishub, sering digunakan oleh oknum pegawai tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Isu itu sudah lama, namun kita tidak ada bukti. Kebetulan kejadian ini sudah tiga hari kita dapat kabar bahwa mobil ini sering dipakai oleh oknum pegawai Dishub, makanya kawan-kawan cari di lapangan," kata Edy.

Dia menjelaskan pada Kamis (17/1/2019) mobil Agya Bp 1435 ME terlihat di jalanan.

"Jadi kawan kawan coba ngejar, yang anehnya mobil tersebut dibawa keluar seperti ngetes kecepatan, soalnya saat dikejar kawan-kawan kecepatan 120 kilometer per jam, tidak dapat juga, masih jauh kawan yang mengejar tertinggal," kata Edy.

Dengan kejadian tersebut mereka menyakini isu selama ini dimana mobil yang di tahan di Dishub digunakan oleh para oknum pegawai benar adanya.

"Inilah buktinya," kata Edy.

FOLLOW JUGA :

Sementara mengenai kasus tersebut mereka meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Kita taat aturan, tapi kami juga meminta aturan yang jelas dari Dishub,"kata Edy.

Dia mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Kepala di Dinas Perhubungan dan jawaban yang mereka dapatkan bahwa kepala Dinas tidak mengetahui hal tersebut karena kejadiannya di luar jam kerja.

"Jadi nanti katanya oknum pegawainya akan dipecat,"kata Edy.

Mobil Ditahan Pemilik Tak Bisa Kerja

Pemilik taksi online yang ada di Batam berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Hal tersebut dikarenakan ulah oknum pegawai Dishub yang menggunakan mobil taksi online untuk kepentingan pribadi yang diamankan oleh pemilik taksi online, Kamis (17/1/2019) di daerah Batam Centre.

Informasi yang dikembangkan Tribun Batam, Jumat (18/1/2019) dari Ober Marbun, pemilik salah satu taksi online mengatakan para pemilik online ingin melaksanakan unjuk rasa untuk meminta kejelasan dan pertanggung jawaban dari Dishub mengenai mobil yang ditahan.

"Kita ini cari makan, mobil yang kita gunakan sebagai taksi online bukan tidak jelas, kita bayar pajak, intinya kita cari makan,"kata Ober.

Dia juga mengatakan mereka menuruti aturan dari pemerintah, kalau terjadi masalah di jalan yang membuat mobil mereka ditilang dan ditahan di Dishub mereka turuti.

"Katanya mobil harus ditahan sampai proses sidang, kita turuti, tetapi yang kita sesalkan kenapa mobil yang ditahan di Dishub bisa digunakan tanpa ada izin dari pemiliknya,"kata Ober.

Lanjut Ober siapa yang tidak kesal dimana mobil sudah ditahan, pemiliknya tidak bisa bekerja, ternyata fakta di lapangan mobil yang seharusnya ditahan malah digunakan.

"Ini sebenarnya ada apa, ini yang perlu kita tanyakan," kata Ober.

Ober mengatakan di group Online Batam rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa hari ini.

"Kita tinggal tunggu arahan, semua kita di lapangan kalau disuruh aksi kita akan merapat,"kata Ober.

Sementara mengenai hal tersebut Kepala Dinas perhubungan Kota Batam Rustam yang dikonfirmasi tribun melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban, pesan singkat yang dikirim tribun juga belum mendapat jawaban. (wie/ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved