BTP Alias Ahok Dijadwalkan Kunjungi 15 Negara Usai Bebas 24 Januari, Tapi Akan Tetap Ikut Pemilu

Setelah bebas 24 Januari 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sudah menerima undangan untuk menjadi narasumber di 15 negara.

BTP Alias Ahok Dijadwalkan Kunjungi 15 Negara Usai Bebas 24 Januari, Tapi Akan Tetap Ikut Pemilu
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Setelah bebas 24 Januari 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sudah menerima undangan untuk menjadi narasumber di 15 negara.

Meskipun demikian, BTP dipastikan berada di Jakarta dan tetap akan mencoblos pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019.

"Tetap datang nyoblos, tidak golput," ujar salah satu Tim BTP, Ima Mahdiah, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (18/1/2019).

Ima menyampaikan, Tim BTP saat ini sedang menyusun jadwal BTP untuk menghadiri undangan-undangan seminar, baik di dalam maupun luar negeri.

"Lagi diatur, mungkin sebulan ke luar negeri, terus balik lagi, dan sebulan kemudian baru ke luar (negeri) lagi," kata Ima.

BTP sudah menerima undangan seminar dari berbagai negara, mulai dari negara-negara di Asia Tenggara, Jepang, Korea, Inggris, Perancis, hingga negara-negara bagian di Amerika Serikat.

Bebas dari Penjara Ahok akan Menikah, Keluarga Besar dan Sahabat yang Diundang Hadir

Jelang Bebas 24 Januari 2019, Inilah Isi Surat Lengkap Ahok, Salah Satunya Tidak Lakukan Penyembutan

BTP Alias Ahok Disebut Bakal Menikah di Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta Ngaku Akan Jadi Saksi

Rencana Ahok Setelah Bebas dari Penjara. Menikah hingga Liburan Bareng Keluarga

Kamis (17/1/2019) kemarin, BTP menulis surat untuk para pendukungnya. Melalui surat itu, dia mengimbau para pendukungnya untuk tidak golput pada Pilpres dan Pileg 2019.

Dia meminta pendukungnya memilih calon-calon dari partai politik yang menegakkan empat pilar bernegara. BTP ditahan di Rutan Mako Brimob sejak 9 Mei 2017 sebagai terpidana kasus penodaan agama.

Dia divonis dua tahun penjara. BTP akan bebas murni pada 24 Januari 2019 setelah mendapat total remisi 3 bulan 15 hari. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diundang ke 15 Negara Setelah Bebas, BTP Tetap Ikut Pemilu 2019 "

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved